Ali BD : Jangan Bertengkar Lagi Soal Nama Bandara, Hanya Buang-buang Waktu

Dr. H. Ali Bin Dachlan . Foto: / Dok/www.ntbpos.co

MATRAM – Mantan bupati Lombok Timur, Dr. H. Moch. Ali Bin Dachlan mengharapkan masyarakat Sasak tidak ribut soal nama bandara.

Suku bangsa Sasak sendiri, kata Ali BD, menjunjung tinggi perbedaan dalam pepatah Sasak yang cukup populer, lain setuq lain jajak, lain gubuk lain adat.

Demikian diungkapkan H. Ali Bin Dachlan saat mengisi materi launching empat buku yang diterbitkan LPPM Universitas Gunung Rinjani (UGR) di Hotel Jayakarta, pada Rabu, 30 Desember 2021 lalu.

Launching buku yang dihadiri Rektor UNU NTB, Baiq Mulyanah itu, Ali BD pun menyitir silang pendapat berkenaan dengan dipahlawankannya TGH Zainuddin Abdul Madjid dan dimonumenkan dalam nama bandara. Ditegaskan bahwa ZAM benar sudah melalui proses sebagai pahlawan.

Dijadikannya seseorang sebagai pahlawan, lanjut Ali, tidak harus mati bertempur di medan peperangan. Ada bidang-bidang tertentu yang intens digeluti yang bisa memahlawankan seseorang.

Dia menyebut Soekarno merupakan pahlawan di bidang pemikiran, pun terdapat sederet pahlawan dibidang lain yang berperan dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan bangsa.

Baca Juga

“TGH Zainuddin Abdul Madjid itu pahlawan dengan ribuan sekolah. Beliau berjasa. Jangan katakan tak berjasa hanya karena tidak NW. Kalau begini kita tidak siap bernegara,” jelasnya seraya menegaskan kembali agar orang Sasak jangan bertengkar lagi soal nama bandara karena hanya buang-buang waktu.

“Kalau orang Sasak terus seperti ini, orang luar akan tertawa,” lanjut Rektor UGR ini.

Ali menilai selama ini orang Lombok sering ribut jika ada tokoh-tokoh di sekitarnya (yang kurang disukai) menonjol dan diajukan dalam jabatan tertentu.

Seharusnya, kata dia, yang dikedepankan, kalau orang Sasak ada yang jadi menteri, adalah kebanggaan sebagai suku bangsa Sasak.

“Kapan mulai mendangkalkan kefanatikan pada kelompok?” cetus penulis kumpulan cerpen “Ibuku Sayang” ini. “Jangan memuja kelompok karena kalau itu terjadi, kita ini belum maju.” ujarnya.

Menurutnya, kalau umat Islam selalu bertengkar maka akan selalu diadu. “Jangan salahkan orang luar kalau kita alami kemunduran,” demikian H. Ali Bind Dachlan. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *