Anggota DPRD Kabupaten Bima Dilantik, Geram Gelar Aksi Unjuk Rasa

Geram menggelar aksi demo didepan kantor DPRD Kabupaten Bima, Rabu, 25 September 2019. / Foto : Herman La Dewa

BIMA, NTBPOS.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (GERAM) Bima melakukan aksi Demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima, Rabu, 25 September 2019.

Momentum pelantikan DPRD Kabupaten Bima dimanfaatkan oleh GERAM untuk menyuarakan keresahan masyarakat denga dinamika politik baik di tingkat Lokal maupun Nasional.

Dimas yang menjadi Korlap Aksi dalam orasinya meminta perhatian lebih kepada para dewan yang terhormat untuk mensuarakan ketingkat pusat terkait sikap DPRD Kabupaten Bima tentang isu-isu nasional yg tengah terjadi dimana mencuatnya RUU KPK, BPJS dan lainnya.

Disamping itu juga isu-isu lokal. Semisal, persoalan rendahnya harga garam, PJMK dan lain-lain harus menjadi perhatian DPRD kabupaten Bima dalam melakukan kontrol kebijakan Pemerintah Daerah selaku mitra pemerintahan.

Adapun tuntutan dari massa aksi ini antara lain; (1) Tolak Revisi uu pertanahan. (2) Mendesak Pemda Kabupaten Bima agar membantuk Badan Usaha Milik Petani. (3) Bunam BPJS dan kembali ke JAMKESMAS. (4) Mendesak Pemerintah Kabupaten Bima untuk mencabut ijin usaha dan menindak tegas distributor dan pengecer pupuk yang menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi dan standarkan harga obat-obatan pertanian. (5) Mendesak Pemerintah Daerah untuk mengusir PT JMK. (6) Mendesak DPRD Kabupaten Bima untuk bersurat secara resmi kepada DPR RI untuk menolak revisi RUU KPK. (7) Meminta kepada DPRD Kabupaten Bima untuk membuat perda tentang perlindungan dan pemberdayaan petani yang meliputi petani Bawang, garam, jagung dan lainnya.

Setelah beberapa jam melakukan demontrasi dan membacakan isi tuntutannya di depan pintu gerbang kantor DPRD Kabupaten Bima, massa aksi secara tertib membubarkan diri dan meninggalkan areal kantor DPRD. [] NP-Hrm

Baca Juga

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *