Bank Sampah Cahaya Mandiri, Ubah Limbah Popok Jadi Pot Bunga

Nuraini, Salah Satu Pendiri Bank Sampah Cahaya Mandiri, Yang Berada di Dusun Belencong, Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Yang Mengolah Limbah Popok Bayi Menjadi Pot Bunga.[]np/Muhayyan

LOMBOK BARAT – Sampah dengan jumlah 175.4 ton per hari di kawasan Kabupaten Lombok Barat berasal dari sampah rumah tangga, selain sampah industri dan perhotelan yang ada di Lombok Barat.

Banyaknya jenis sampah rumah tangga, membuat volume sampah terus bertambah setiap harinya, namun yang sangat sulit didaur ulang adalah limbah dari popok bayi.

Salah satu pendiri Bank sampah Cahaya Mandiri, Nuraini, yang berada di Dusun Belencong, Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, mengakui bahwa limbah dari popok bayi sangat sulit didaur ulang dan bahaya untuk kesehatan.

“Popok itu sulit banget didaur ulang, apalagi kita tidak punya alat untuk itu dan limbah dari popok itu mengganggu kesehatan dari bau yang dihasilkan,“ katanya, Rabu, 10 Februari 2021.

Bulan September tahun 2020 lalu, Nuraini, berinisiatif untuk mendaur ulang dan membuat kreasi dari popok bayi dengan menjadikannya pot bunga.

“Saya kepikiran setelah melihat di youtube tentang membuat pot dari kain yang dicampur dengan semen. Dalam hati, kenapa saya tidak membuat pot dari popok saja,” ungkapnya.

Baca Juga

Awal pembuatan pot bunga dari limbah popok yang dilakukan oleh Nuraini tidaklah berjalan mulus, tapi selalu ada kegagalan, namun seiring proses dan ketekunan dalam pembuatannya, dirinya pun bisa membuat pot bunga dari limbah popok bayi.

“Awalnya sempat nyerah, tapi saya terus mencoba dan bisa berhasil sampai seperti sekarang ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, dalam membuat pot bunga dari limbah popok bayi, pada awalnya dilakukan seorang diri karena banyaknya stigma negatif dari masyarakat tentang sampah yang merupakan barang yang kotor dan banyak menimbulkan penyakit.

Meskipun demikian, setelah masyarakat melihat kerajinan yang berupa pot bunga dari limbah sampah, masyarakat mulai banyak yang merespon.

“Karena ini sampah ya, jadinya masyarakat tidak ada respon walaupun sudah melakukan kunjungan ke Desa-desa di daerah Gunung Sari. Tetapi setelah melihat hasilnya, masyarakat banyak tertarik. Ada orang luah Lombok Barat yang dateng ke sini untuk menjual limbah popok mereka,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam mempromosikan kegiatan Bank sampah Cahaya Mandiri, dirinya menggunakan media sosial, terutama untuk mengajak masyarakat lebih sadar tentang sampah rumah tangga yang mereka hasilkan, terutama popok bayi.

“Kami melakukan promosi di facebook dan setelah itu, mulai banyak orang yang datang kesini untuk menyetorkan limbah popok bayi mereka, kalau masyarakat diluar Desa Belencong, kami langsung beli, tapi jika dia masyarakat Belencong, kami kasi mereka buku tabungan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat Desa Belencong, Suyuti, menuturkan, dengan adanya Bank Sampah Cahaya Mandiri yang mendaur ulang limbah popok bayi bisa membantu pemasalah sampah di Desanya dan bisa menjadi pemasukan bagi masyarakat sekitar.

“Daripada dibuang, sebaiknya disetorkan di Bank sampah, supaya bisa manjadi pemasukan tambahan buat ibu-ibu di sekitaran sini,“ ungkapnya. np/yan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *