Belum Diketahui Keberadaanya, Polisi Akan Masukan Hanif Dalam DPO

Kapolsek Rasanae Timur IPTU.Lutfi

NTBPOS.CO.ID – Keberadaan Hanif, terduga pelaku tindak pidana penipuan uang 7 Juta dengan iming-iming menjadi pegawai di Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima, belum juga diketahui dimana rimbanya.

Kasus kuitansi Rp 7 juta yang viral di medsos beberapa waktu lalu itu masih terus diproses pihak berwajib.

Bahkan rencananya, Hanif akan segera ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), karena tidak pernah menghadiri panggilan polisi.

Kapolsek Rasanae Timur IPTU Luthfi menyampaikan, sejak kasus tersebut dilaporkan oleh warga, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.

Sementara Hanif, sejak pemanggilan pertama sampai ketiga sampai saat ini belum memenuhi pemanggilan pihak kepolisian.

“Kasus ini akan dinaikan ke tahap penyidikan,” ujar Kapolsek Rasanae Timur, Kamis, 21 November 2019.

Baca Juga

Ia menuturkan, setelah status kasus dinaikan ke penyidikan, maka pihaknya tetap berupaya untuk memanggil Hanif, agar bisa dimintai ketarangan.

“Jika tidak hadir juga, Hanif akan masuk pada Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akan dijemput paksa,” kata Luthfi.

Ia pun meminta Hanif agar bisa kooperatif dan bisa hadir memberikan keterangan, supaya bisa mempermudah proses penyidikan kasus dimaksud.[]Hrm

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *