BLT Dana Desa Sukamulia Timur Tahap Kedua Diduga Disunat

Kantor Kepala Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur.[] np/Unrara Angan

LOMBOK TIMUR – Beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, mengaku tidak pernah menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT DD ) tahap 2 selama dua bulan.

Kuat dugaan bahwa BLT DD tahap 2 tersebut dimainkan oleh pemerintah Desa, karena besaran yang harus dikeluarkan oleh pemerintah desa kepada warga penerima dari bulan Juli sampai September sebesar 900 ribu, faktanya warga hanya menerima 300 ribu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sukamulia Timur, Zaenul Wardi, menerangkan bahwa kemampuan keuangan Desa harus di selesaikan sampai bulan September, sedangkan program ini sampai Desember.

“Tertundanya penyaluran BLT DD di tahap kedua karna DD belum masuk ke rekening Desa. Sesuai regulasi pemerintah, untuk mensiasatinya, kami tidak memberikannya langsung sejumlah 900 ribu di bulan September, kami hanya berikan 300 ribu dulu, dan sisanya yang 600 ribu, diberikan secara bertahap di minggu yang lain,“ ucapnya, Sabtu, 16 Januari 2021.

Lebih lanjut, Zaenul, menambahkan, sedangkan bukti penerimaan BLT DD ini ada di kami. “Kami tidak mungkin memberikannya ke pihak media, kecuali sudah di periksa inspektorat, baru kami bisa publikasikan bukti terima BLT DD di media, penyidik saja tidak seperti ini meminta data,“ ucapnya.

Terkait keluhan masyarakat belakangan ini, lanjutnya, kami siap menghadapi mana dia masyarakat yang merasa tidak diberikan itu.

Baca Juga

“Silahkan bawa perwakilan mereka kesini, setelah bertemu tatap muka, kami akan perlihatkan bukti dia menerima uang itu,“ tegasnya.

Sementara itu, dari hasil wawancara ntbpos dengan beberapa warga dusun yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku, dari bulan juli, Agustus, tidak diberikan, dan diberikan bulan september sebesar Rp 300.000, sedangkan Desa tentangga diberikan Rp. 900.000.

“Jadi Uang 600 ribu itu kemana, jika jumlah penerima 272 KK, totalnya sekitar 163 juta,“ kata salah satu warga Dusun Bagek Endep yang enggan disebut namanya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *