Buka Blokiran ATM PNM Mekaar, Nasabah BNI Diduga Gandeng Calo

Puluhan Nasabah Penerima Bantuan Presiden (Banpres) PNM Mekaar BNI. / Foto: Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Setelah sebelumnya nasabah BNI dibubarkan polisi karena berkerumun, pihak BNI dan PNM Mekaar melakukan rapat via zoom terkait teknis pencairan dana bantuan.

Seperti yang dikatakan Kepala Outlet BNI Pancor, dari hasil rapat tersebut, pihak PNM Mekaar tidak bersedia untuk mengumpulkan data kolektif.

Pantauan NTBPOS di lapangan, puluhan nasabah kembali berkerumun di depan bank BNI Pancor meskipun mendapat pengawalan ketat aparat .

Ramainya kerumunan nasabah diduga dimanfaatkan oleh oknum calo memungut nasabah sebagai ongkos jasa untuk membantu membuka blokiran ATM agar bisa mencairkan bantuan.

Sementara salah satu warga Kecamatan Jerowaru inisial RJ (30), mengaku sering membantu masyarakat membuka blokiran ATM bagi yang dapat bantuan PNM Mekaar BNI dengan upah jasa seikhlasnya.

“Biasanya saya diminta warga untuk mengurus itu, yang mau dibantu saya minta menyerahkan berkasnya seperti ATM Mekaar yang akan dibuka blokirannya, buku tabungan serta copy KTP, baru nanti saya serahkan ke teman yang ada disana untuk diproses,“ katanya, Selasa, 20 April 2021.

Baca Juga

Ia menambahkan bahwa pemilik rekening tidak perlu ikut karena prosesnya tidak ribet. Terkait dengan upah jasa dirinya mengaku tidak memasang tarif tapi yang jelas 150 ribu untuk bayar jasa orang dalam.

“Kemarin sebenarnya prosesnya tidak ribet, cukup dikirim lewat WhatsApp saja bisa diproses tapi karena kemarin ada sedikit permasalahan dari pihak BNI, makanya sekarang harus kumpulin berkas dulu baru bisa diproses pembukaan blokirannya,“ jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bank BNI Outlet Pancor, Lombok Timur, I Gusti Ayu Sri Artati, mengatakan, untuk membuka blokiran tidak boleh diwakilkan karena harus dilakukan verifikasi orang per orang.

“Tidak bisa dititip-titip, karena didalam kami tetap memverifikasi orangnya langsung,“ katanya.

Terkait dengan adanya jasa yang ditawarkan oknum calo, dirinya mengatakan bahwa itu diluar kendali karena pihaknya tetap mengarahkan masyarakat sesuai prosedur.

“Sekarang masyarakat sudah pintar, kalau kami jelas sudah mengarahkan sesuai prosedur, silahkan masyarakat mengikuti,“ ujarnya.

Selain itu, dirinya mengaku, pihak BNI sudah semaksimal mungkin melayani. Sehari kemampuan BNI hanya bisa melayani sekitar 300 nasabah, mengingat tenaga dan waktu pelayanan selama bulan puasa sampai jam 2 siang.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, untuk nasabah mekar juga sudah kami buatkan antrian dan kami bagikan antrian untuk keperluan membuka blokir supaya bantuan bisa dicairkan.

“Blokiran memang terpusat karena sesuai prosedur dan ketentuan, kami memang hrs melakukan verifikasi untuk pembukaan blokir. Kami hanya pelaksana di lapangan mengikuti ketentuan itu,“ ucapnya.

Dirinya juga mengaku tetap berupaya maksimal agar semua terlayani dengan baik dan meminta bantuan pihak kepolisian untuk membantu pengamanan.

“Kami juga tahu kalau masyarakat membutuhkan bantuan itu namun masyarakat tetap bisa mengurusnya ke bank tanpa ada batasan waktu sampai sejauh ini. Kami tetap maksimalkan agar cepat terselesaikan,“ ungkapnya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *