Cara Menggunakan Obat 3-4 Kali Sehari Saat Menjalani Puasa

Apt. Muhammad Sahindrawan Firmansyah, S. Farm . / Foto: Istimewa

Oleh : Muhammad Sahindrawan Firmansyah

Saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, mau tak mau harus merubah jadwal minum obat ketika sakit dan tetap ingin menjalani ibadah puasa. Obat tentunya hanya bisa diminum dari waktu buka puasa hingga menjelang waktu imsak. Perubahan jadwal minum obat saat bulan Ramadhan mungkin bisa mempengaruhi efek terapi obat, karena itu perlu kehati-hatian dalam merubah jadwal minum obat. kamu perlu berkonsultasi dengan Dokter maupun Apoteker terkait perubahan jadwal minum obat saat puasa.

Untuk obat yang diminum 1 kali sehari baik diminum pada pagi maupun malam hari tidak ada perbedaan berarti, kamu bisa meminumnya saat buka puasa maupun saat sahur. Namun bagaimana untuk obat-obatan yang harus diminum 3 sampai 4 kali?.

Gambar : Ilustrasi./www.ntbpos.co

Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas terkait “Cara Minum Obat 3-4 Kali Sehari Saat Menjalani Ibadah Puasa” Yuk kita bahas!

Penggunaan obat-obatan yang harus diminum 3 sampai 4 kali sehari tentunya tidak bisa sama dengan hari-hari biasanya, dan tentu perlu adanya penyesuaian jadwal mengkonsumsi obat.

Namun sebelum melakukan penyesuain jadwal, ada lebih baiknya kamu meminta kepada dokter penulis resep untuk meresepkan obat-obatan yang memiliki efek dan mekanisme yang sama dengan bentuk sediaan lepas lambat atau aksi panjang, sehingga pemakaian obat dapat dikurangi menjadi 1 sampai 2 kali sehari saja. tentu hal ini akan mempermudah kamu dalam mengatur jadwal minum obat selama menjalani puasa.

Baca Juga

Contoh :
Kaptopril (Obat Hipertensi) dengan dosis penggunaan 2 sampai 3 kali sehari dapat diganti dengan Lisinopril (Obat Hipertensi) dengan dosis penggunaan 1 kali sehari.

Jika tidak dapat diganti, maka kamu harus mengatur jadwal minum obat dengan pembagian interval waktu yang sama antara dosis pertama dan dosis selanjutnya.

Tentu penjadwalan ini terlihat agak berat bagi sebagian orang, maka daripada itu diusahakan untuk meminta obat yang dapat dikonsumsi cukup 1 sampai 2 kali sehari saja, hal ini untuk menghindari gagal terapi saat anda lupa dengan jadwal minum obat tersebut.

Pada dasarnya bagi yang sakit terdapat keringanan dari agama islam untuk tidak menjalani puasa saat sakit, Syaikh Nawawi Banten pernah memerinci beberapa hukum orang yang sakit berkaitan dengan boleh tidaknya ia tidak berpuasa. Dalam kitab Kaasyifatus Sajaa beliau menjelaskan:

اعلم أن للمريض ثلاثة أحوال فإن توهم ضررا يبيح له التيمم كره له الصوم وجاز له الفطر، فإن تحقق الضرر المذكور ولو بغلبة ظن وانتهى به العذر إلى الهلاك وذهاب منفعة عضو حرم عليه الصوم ووجب عليه الفطر، فإذا استمر صائما حتى مات مات عاصيا، فإن كان المرض خفيفا كصداع ووجع أذن وسن لم يجز الفطر، إلا أن يخاف الزيادة بالصوم

“Bagi orang sakit, berlaku tiga kondisi: (1) bila diduga adanya mudarat yang membolehkan bertayamum maka dimakruhkan berpuasa bagi orang yang sakit dan diperbolehkan baginya berbuka; (2) bila mudarat yang diduga tersebut terwujud dengan dugaan yang kuat dapat menimbulkan kerusakan dan hilangnya manfaat suatu anggota badan maka haram berpuasa bagi orang tersebut dan wajib berbuka (alias haram berpuasa)–bila ia tetap terus berpuasa sehingga meninggal dunia maka ia meninggal dalam keadaan bermaksiat; (3) bila sakit yang diderita adalah sakit yang ringan seperti pusing, sakit telinga dan gigi maka tidak diperbolehkan berbuka (alias wajib berpuasa) kecuali bila dikhawatirkan akan bertambah sakitnya dengan berpuasa”

Nah, itu pembahasan kita tentang Cara Minum Obat 3-4 Kali Sehari Saat Menjalani Ibadah Puasa. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *