Dana Oprasional Belum Dicairkan, Petugas Damkar dan Pol PP Kota Bima Gelar Aksi Unjuk Rasa

Sejumlah staf dan Petugas Pemadam Kebakaran bersama Polpp kota Bima membawa Mobil Damkar di Depan Kantor Wali kota Bima sebagai bentuk protes atas Kekecewaannya terhadap wali kota. Rabu, 30 Oktober 2019.

KOTA BIMA, NTBPOS.com – Sejumlah staf dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Bima menuntut pencairan dana operasional terhadap Wali kota Bima, Rabu pagi, 30 Oktober 2019 .

Meraka mendorong Kendaraan Oprasional tersebut ke depan Kantor Wali Kota Bima sebagai bentuk aksi protesnya atas kekecewaannya terhadap Wali Kota yang belum bisa memberikan Dana Oprasional pada instansi tersebut.

Kepala Bidang Damkar Sugiarto menjelaskan, biaya operasional masing-masing bidang di dinasnya, sejak bulan April tidak pernah dicairkan. Selama ini, pihaknya bekerja hanya bisa menanggulangi sendiri. Ia sering kali melakukan laporan ke pimpinannya terkait kondisi dan keadaan Oprasional tersebut.

“Karna tanggungjawabnya terhadap tugas, teman-teman di Pol PP terpaksa pakai biaya sendiri,” ungkapnya

Menurut Sugiarto biaya Oprasional Mobil Damkar dan Dalmas tidak boleh kekurangan biaya. Karena kegiatan di Pol PP tidak pernah sepi, setiap hari harus tetap berjalan dan untuk mobil Damkar saja, tetap harus standby dengan biaya operasionalnya.

“Selama ini jika terjadi kebakaran, kita pakai biaya sendiri, tidak pernah ada biaya operasionalnya,” jelas Sugiarto.

Baca Juga

Selain masalah bensin sambungnya, biaya kerusakan mobil dan perawatan selalu ditanggulangi terus oleh Pol PP. Tidak pernah ada biaya operasional yang dicairkan untuk mencukupi kebutuhan itu.

Sekretaris Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima H. Supardin mengakui bahwa selama dirinya masuk di dinas tersebut tanggal 15 Mei 2019 lalu, keadaannya semua orang tahu. Pengelolaan keuangan sangat berantakan.

Sejak dirinya pun masuk, selalu berkoordinasi dengan Sekda. Tapi tidak nyambung dan hanya berjanji akan disampaikan ke Wali kota Bima. Namun, tidak pernah diurus dengan baik.

“Tugas-tugas kita selama ini tidak pernah didukung oleh keuangan. Padahal anggarannya ada dalam DPA, tidak bisa dipakai, prosesnya berbelit Belit,” keluhnya.

Pihaknya tidak akan memindahkan mobil damkar dan dalmas yang ditempatkan di depan Kantor Wali kota Bima, sebelum uang operasional masuk ke rekening Pol PP, ungkap sugiono

“Kami ini sangat kecewa, ini bentuk protes kami terhadap masalah yang tidak pernah diperhatikan dan diselesaikan,” tutupnya. [] NP-Hrm

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *