Data KPM Bermasalah di Lotim Dikeluhkan Beberapa Kades

Kepala Desa Korleko, Wildan (Tengah Kanan) dan Kepala Desa Teros, Husniadi (Tengah Kiri).[] np/M. Ragil Sopiyan S

LOMBOK TIMUR – Banyaknya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak dapat menerima haknya karena bermasalah, terjadi di beberapa Desa di Lombok Timur. Diantaranya, seperti yang dikeluhkan oleh Kepala Desa Korleko, Wildan dan Kepala Desa Teros, Husniadi.

Seperti yang terjadi di Desa Korleko, sebanyak 46 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih bermasalah, begitu juga di Desa Teros, ada 12 orang mengalami masalah yang sama.

Akibat kesalahan seperti itu, membuat rawan terjadi penerima ganda, seperti KPM penerima BPNT dapat PKH dan BLT.

Dari pengakuan Kades Korleko, Wildan, permasalahan tersebut sudah di sampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim, tapi sampai saat ini belum ada titik terang dan masyarakat masih menuntut ke Kades agar haknya diberikan.

“Kami akan menunda proses penyaluran sebelum data itu valid dan saya sampai hari ini masih menunggu konfirmasi dari pendamping, terkait berapa jumlah KPM yang ada di Desa Korleko,“ ujarnya, Sabtu, 16 Januari 2021.

Wildan juga berharap agar Kepala Dinas Sosial yang baru, memberi teguran kepada pendamping BPNT, bila perlu di ganti karena banyak orang yang mau menjadi pendamping.

Baca Juga

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Kepala Desa Teros, Husniadi, kasus yang terjadi di Teros adalah, ada beberapa KPM yang bermasalah karena tidak transparannya pendamping.

“Data KPM di Teros yang saya lihat masih banyak yang bermasalah, hal ini terjadi lantaran pendamping kurang berkomunikasi dengan pihak desa, hal inilah yang membuat program ini carut-marut,“ sambungnya.

Dirinya berharap, semoga dengan program tersebut, bisa mendongkrak ekonomi masyarakat penerima manfaat yang saat ini masih mengharap bantuan pemerintah. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *