Dikritik Anggota DPRD Provinsi, Kalak BPBD NTB : Saya Bersyukur dan Sangat Bahagia

Bersama Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Kalak BPBD Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik Alhaq mendampingi Deputi 1 Kemenko PMK RI bidang kerawanan sosial dan dampak bencana Mayjen TNI (purn) Dody Usodo Hargo gunting pita peresmian dan penyerahan 40 ribu unit RTG di lapangan Dusun Batulayar Desa Batulayar barat Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Kamis, 10 Oktober 2019. / Foto : Dok. NTBPOS.com

MATARAM, NTBPOS.com – Sebuah berita yang berjudul “Bersamaan, Dewan NTB Minta Gubernur NTB Evaluasi dan Ganti Kalak BPBD” yang diberitakan media onlin lokal, Kamis, 10 Oktober 2019, kepala Pelaksana ( Kalak ) BPBD NTB H Ahsanul Khalik Alhaq merespon positif.

Dalam akun facebooknya, Jum’at, 11 Oktober 2019. Kalak BPBD NTB mengatakan, Membaca hal ini saya bersyukur dan sangat Bahagia, ada Anggota Dewan yang dengan penuh perhatian dalam komentar nya  tentang Rehab Rekon pasca Gempa, sampai meminta Gubernur mengganti saya, dan saya sampaikan saya sangat siap untuk di evaluasi dan diganti.

Ahsanul Khalik juga menjelaskan progres Rehap Rekon sejak 2018 hingga tahun 2019 berdasarkan data yang ada.

Berikut penjelasan Kalak BPBD NTB dalam akun Facebook resminya :

Dan ini sepenggal perjalanananya Rehab Rekon di NTB

September 2018 Rehab Rekon Dimulai dibawah kendali Kementerian PUPR dlm management yang mereka sebut Rekompak dan sampai akhir desember 2018 progres nya hanya 200 unit, akhirnya Gubernur meminta kepada pemerintah Pusat agar diserahkan penanganannya kepada Daerah dan Wapres menyetujui. Lalu beralih ke daerah dan oleh Kepala BNPB pada tanggal 30 januari 2019 dilakukan lah pelepasan Fasilitator terpadu di Lapangan Ktr Gubernur menandai dimulainya Penanganan rehab rekon oleh Pemda yang melibatkan juga TNI-POLRI, dan pada tanggal 12 April 2019 dilakukan  serah terima penanganan Rumah Rusak Berat dari Kementrian PUPR ke Pemprov NTB yang diikuti dengan t 13 April 2019 Apel Gabungan, dan hasil nya mulai nampak sehingga pada akhir Mei/awal Juni 2019 persis 1 Ramadhan waktu itu, sy sbg kepala BPBD yg baru masuk ke BPBD di mana progress Rehab Rekon pada angka 14.957 unit baik yang sdh jadi 100% maupun yang sedang proses pembangunan fisik.

Baca Juga

Kemarin pada saat  ada Anggota Dewan yang bicara ttg Rehab Rekon di media pada tanggal 10 Oktober 2019 progress kita pada angka 174.908 unit dengan Rincian : 97.437 unit sudah jadi 100% dan 77.471 unit dalam proses pekerjaan fisik.

Terhadap dana yang dikatakan ada uang saja tidak bisa dipakai, harusnya bertanya dulu juga supaya tidak sesat dalam mengeluarkan pernyataan, bahwa dana tersebut yang saat ini sejumlah 381 M lbh, sebagian sdh ditarik kembali ke rekening BPBD Kabupaten kota dan sebagian dibiarkan di rekening masyarakat, karena masyarakat tersbut memang berhak menerima dana bantuan, akan tetapi masuk dalam Data anomali yang tidak diperbolehkan utk di eksekusi oleh BPKP, BPK dan Irtama BNPB.

Dan baru dapat dieksekusi setelah validasi data anomali oleh kabupaten/kota yang saat ini sdh masuk di Irtama BNPB utk di review, dari hasil review saat ini masih ada bebrapa catatan, dan sambil berjalan perbaikan oleh daerah, BNPB sdh mengajukan Anggaran tambahan utk NTB sebesar 1 Triliyun lebih. [] NP-Red

Beragam Komentar dari Netizen di akun Facebook Ahsanul Khalik Alhaq, disukai 117 dan 262 komentar sejak berita ini dimuat.

Akun Facebook Ahsanul Khalik Alhaq kepala pelaksan ( Kalak ) BPBD NTB. / Foto : Screenshot Red. NTBPOS.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *