DPRD Lotim Ragu Mengambil Sikap Terhadap Galian C Bilok Petung

  • Whatsapp
Komisi IV DPRD Lombok Timur Didampingi Kepala DLHK, Kepala Dinas PM PTS dan Satpol PP saat Melakukan sidakan ke Lokasi Galian C Diduga Ilegal di desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun./ Foto : Doc. ntbpos/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melakukan sidak aktifitas pertambangan Galian C di wilayah Desa Bilok Petung, Kecamtan Sembalun, Rabu 23 Juni 2021.

Ketua Komisi IV DPRD Lotim, H. Lalu Hasan Rahman kepada wartawan mengatakan, tidak bisa melakukan tindakan penutupan aktifitas penambangan. Menurutnya DPRD hanya memfasilitasi dan melakukan pengawasan.

“Masalah penutupan dan tidaknya itu tergantung kebijakan Pemda dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati,“ ucapnya.

Tambang Bilok Petung

Selanjutnya, L. Hasan akan berkoordinasi dengan Pemda untuk menentukan kebijakan apa yang akan diberikan kepada Galian C tersebut karena takutnya, Pemda sudah ada komunikasi dengan perusahaan tersebut sehingga berani beraktivitas sampai saat ini.

“Kami akan koordinasi dulu dengan Pemda, takutnya sudah ada kominikasi, tapi jika belum ada kesepakatan, kami harapkan Pemda mengambil tindakan cepat untuk berkomunikasi dengan Perusahaan ini. Sehingga nanti memberikan kontribusi yang baik bagi daerah,“ jelasnya.

Menurutnya, tambang galian C tersebut akan menimbulkan pertanyaan besar, kenapa perusahaan besar seperti itu berani beraktivitas namun tidak memberikan kontribusi bagi daerah.

Baca Juga

“Perusahaan-perusahaan besar Ilegal seperti ini perlu diberikan ketegasan seperti perusaan perusaan kecil di Lotim yang sudah dilakukan penutupan oleh Satpol PP,“ ucapnya.

Jangan sampai, lanjutnya, perusaan kecil milik masyarakat, kita tegas untuk mengikuti kebijakan seperti penutupan paksa dan meminta kontribusi bagi daerah.

“Kita jangan sampai tegas kepada perusahaan kecil tetapi kita lembek kepada perusaan besar,“ pungkasnya.

Bahkan, katanya, pihak perusaan ini tidak bisa memberikan bukti terkait izinnya. Dari dinas perizinan dan DLHK surat rekomendasinya tidak ada.

Alat Berat Terlihat di Tambang Bilok Petung

Ia berharap, Pemda proaktif mengatensi hal seperti ini. Pemda dapat mengutus salah satu OPD untuk komunikasi dengan provinsi mengenai Galian C ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Timur Muksin mengatakan, perusahaan mengajukan ijin tambak seluas 10 hektar, sudah mulai dihitung biaya Ijin Mendirikan Banungan (IMB), tetapi sampai saat ini hilang.

“Belum ada ijin namun proses pembuatan tambak sudah jalan, yang beredar saat ini hasil penambangan yang nampak,“ pungkasnya.

Padahal, lanjutnya, kami sambut dengan baik, melayani dan membantu mereka sampai ijin keluar.

Saat dilakukan sidak, pemilik Galian C tidak ada di tempat, hanya karyawan pelaksana atas nama Pak Nengah. Ketika diminta menunjukan surat ijin dan layout tambaknya, tidak bisa memberikan bukti fisik.

Ia juga mengakui aktivitas Galian sudah tidak ada lagi. Selain itu,  alat penambangan yang digunakan sudah dibawa kembali satu persatu.

Pantauan wartawan NTBPOS.CO di lokasi, sebelum DPRD dan OPD terkait datang ke lokasi penambangan, semua mesin alat beratnya sudah dimatikan.

Selain itu, karyawan yang mengoperasikan alat berat tersebut pergi dari lokasi, seolah olah tidak ada aktivitas penambangan ataupun pembuatan tambak.

Setelah DPRD dan OPD terkait pulang dari lokasi Galian C tersebut,  mesin alat berat tersebut dihidupkan kembali. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *