Gadis Belia di Desa Sekaroh Tewas Gantung Diri

  • Whatsapp
Anggota Kepolisian Sektor Jerowaru, Saat Melakukan Olah TKP Korban Bunuh Diri di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru. / Foto : Suandi Yusuf/np

LOMBOK TIMUR – Seorang anak ditemukan tewas gantung diri di ranting pohon yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Sabtu, 13 Februari 2021.

Gadis belia berinisial LD (13) harus meregang nyawa pada seutas tali yang dibawa dari rumahnya sendiri. Diduga, korban melakukan aksi nekat tersebut setelah terlibat adu mulut dengan saudaranya.

Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya SP (10), setelah orang tua korban Amaq SR (65) meminta SP untuk mencari korban yang belum pulang hingga pukul 19.30 Wita.

Tidak lama setelah keluar mencari korban, SP kembali untuk melaporkan kejadian yang dilihatnya kepada orang tua korban dan orang tua korban beserta tetangganya ikut ke tempat kejadian untuk menurunkan korban dan membawanya pulang.

Kapolres Lombok Timur, melalui Kapolsek Jerowaru, IPDA Abdul Rasyid, membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Kepala Dusun setempat dan anggota langsung ke lokasi untuk melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan yang kita dapat dari beberapa orang saksi, sebelum kejadian, korban sempat terlibat adu mulut dengan kakaknya di depan orang tua mereka, lantaran korban dinasehati untuk segera mencuci pakaian,“ katanya.

Baca Juga

Pada saat itu, lanjutnya, korban justru ngotot meminta handphone (hp) miliknya yang disembunyikan oleh kakaknya dan korban diberikan hp tersebut dengan cara dilempar ke tanah oleh kakak korban.

“Setelah terjadi adu mulut, menurut keterangan saksi (kakak dan orang tua korban), korban keluar rumah membawa pakaian kotor tersebut yang dikira akan dicuci, sambil membawa tali yang biasa digunakan untuk mengikat sapi,“ ujarnya.

Rasyid juga menegaskan bahwa, atas kejadian tersebut, keluarga menerima kematian korban dan menganggap kejadian itu adalah musibah.

“Pihak keluarga bersedia menandatangani surat permohonan penolakan otopsi dan disaksikan oleh Kepala Desa serta Kepala Dusun setempat,“ ungkapnya.

Saat ini, korban berada dirumah duka dan pihak keluarga rencananya akan melakukan proses pemakamannya besok, (hari ini, red). np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment