Gigitan Anjing Liar Meningkat, Camat Bolo Himbau UPP Puskeswan Bolo Sigap

Camat Bolo Kabupaten Bima, Mardianah

NTBPOS.CO.ID – Korban gigitan anjing liar di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima semakin meningkat, Camat Bolo Mardianah meminta UPP Puskeswan Bolo sigap dalam menyikapi permasalah serangan anjing gila yang berada di wilayah setempat.

Camat Bolo menyampaikan, pagi tadi ia mendapatkan informasi bahwa ada lagi seorang warga yang menjadi korban gigitan anjing liar. Karena itu, UPP Puskeswan Bolo harus segera mengambil langkah antisipasi atau pencegahan agar tidak ada korban lagi.

“Barusan saya mendapat laporan ada lagi warga bolo yang digigit anjing liar. Oleh sebab itu UPP Puskeswan harus segera ambil sikap, jangan diam,” tegasnya, Senin, 02 Desember 2019.

Ia sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Namun belum ada tanggapan serius.

“Saya sudah koordinasi dengan Kepala UPP Puskeswan Bolo. Tapi dia bilang kendala anggaran,” Ungkapnya.

Camat mengaku kecewa dengan jawaban dari pihak puskeswan itu. Harusnya, ia segera koordinasikan dengan pemerintah daerah, bukan justru bicara anggaran yang tidak ada.

Baca Juga

“Jangan langsung beralasan tidak ada anggaran. Tapi harus punya inisiatif bagaimana mengantispasi hal ini,” terangnya.

Sementara itu, kepala UPP Puskeswan Bolo Amran mengungkapkan, untuk menindaklanjuti hal itu. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bima dan akan segera dilakukan eliminasi terhadap anjing liar di kecamatan Bolo.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas dan akan segera dilakukan penindakan,” ujarnya.

Disisi lain kata Amran, munculnya gigitan anjing liar ini karena eliminasi setiap wilayah kecamatan. Ketika eliminasi di wilayah lain, anjing yang tidak berhasil dieliminasi masuk di Kecamatan Bolo dan menggigit warga.

“Anjing di Bolo sudah punah karena sudah dieliminasi sebelumnya. Yakni sekitar ratusan anjing mati di 14 desa yang ada di Bolo,” ujar Amran.[] NP- Hrm

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *