Harga Anjlok, Petani Tembakau di Lotim Menjerit

Petani tembakau virginia Lombok Timur bagian selatan saat mengopen. / Foto : Rji

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Petani Tembakau di Lombok, Nusa Tenggara Barat khusunya petani tembakau Lombok Timur bagin selatan mengaku terancam bangkrut lantaran harga tembakau semakin hari menurun.

” Ribuan petani tembakau sekarang ini diambang  kebangkrutan mereka menjerit lantaran harga tembakau yang sangat rendah dan tidak sesuai dengan biaya produksi “, ungkap pemerhati petani tembakau Lombok, Lalu Ghazali pada media ini, Ahad 25 Agustus 2019 ditemui kediamannya.

Dikatakan pada panen tahun ini harga terburuk dalam sejarah petani tembakau yang ada di Lombok. Pihak pembeli seolah olah melecehkan tembakau petani dengan harga yang ditawarkan.

Mereka mencontohkan untuk tembakau omprongan (kering dan diunting), per kwintal hanya dihargai Rp 600-800 ribu. Padahal saat normal bisa mencapai Rp 4 juta.

“Harga tembakau memang fluktuatif, tetapi tidak kemudian seperti saat ini, anjlok harganya parah” ungkapnya.

Sementara, petani tembakau di Kabupaten Lombok Timur bagian utara, menyiasati kondisi saat ini dengan menjual tembakau dengan lebih dahulu dirajang. Tujuannya, mendongkrak harga.

Baca Juga

Ditambahkan banyak spekulasi pendapat dari para petani bahwa harga tembakau di kabupaten ini anjlok, karena pemerintah banyak mengimpor tembakau dari luar negeri, di saat terjadi panen raya seperti ini.

Banyak pula para petani yang mempertanyakan keseriusan pemerintah baik itu Pusat, Provinsi, dan Kabupaten dalam membela dan memperjuangkan nasib petani tembakau.

” Seandainya pihak dari pemerintah Pemda Propinsi dan Kabupaten mau memberi semacam surat peringatan kepada perusahaan pembeli tembakau tentang harga, pastinya mereka (perusahaan pembeli tembakau) tidak akan berani berbuat semaunya “, ujarnya.

Disaat seperti ini, kami para petani sangat mengharapkan kehadiran pemerintah, baik itu Pemda Kabupaten atau Provinsi, untuk membantu para petani dalam mendorong pihak perusahan pembeli tembakau, dalam menyampaikan informasi serta mendorong  perusahaan pembeli tembakau untuk menyerap tembakau petani sampai habis, supaya petani bisa bernapas lega. [] Rji

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *