Hari Kamis Pakaian Adat, Dispar Lotim Wajibkan Bahasa Sasak

DR. H.M.Mugni, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ( Pemkab Lotim ) mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai Pakaian Adat setiap hari Kamis.

Hal itu diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor : 188.45/529/ORG/ 2019 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Keputusan itu disambut baik oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Gumi Selaparang, termasuk Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim. Karena Peraturan itu juga dianggap sejalan dengan Visi Dispar Lotim, yakni Alam Lestari, Budaya Kokoh dan Agama Bergairah .

Oleh karena itu,  Kepala Dispar Lotim, DR H Mugni mengatakan, peraturan bupati yang diterapkan sejak 17 Oktober 2019 itu dianggap sebagai ladang terbuka untuk mempertahankan dan menjaga budaya Sasak dengan melestarikannya secara sungguh-sungguh, agar budaya bangsa kita tidak terseret oleh  perkembangan zaman.

Untuk itulah, Dinas Pariwisata ambil bagian terhadap Keputusan Bupati tersebut, untuk terus berupaya menjadikannya sebagai ciri khas daerah yang patut dibanggakan. Alam yang lestari dengan budaya yang kokoh dan agama yang kuat menjadi energi yang positif  dalam membangun daerah untuk generasi mendatang.

“Aturan ini jadi magnet baru terhadap pesona Wisata Budaya kita. Jadi masyarakat yang mau melihat pakaian adat Sasak silahkan datang di setiap kantor pemerintah Lotim pada hari Kamis,” ujar Mugni. Kamis, 31 Oktober 2019, di kantornya.

Baca Juga

Selain aturan di atas, sambungnya, khusus Dispar Lotim menerapkan aturan tambahan. Seluruh staf setempat diwajibkan menggunakan bahasa Sasak setiap hari Kamis.

” Semua staf Dispar Lotim harus pakai bahasa Sasak. Saya juga dipanggil Amaq Ega kalau hari Kamis,” kata Mugni.

Aturan tersebut untuk memupuk kesadaran serta rasa cinta terhadap bahasa Sasak yang berlahan mulai terkikis. Berpakaian adat disertai bahasa Sasak menurutnya memiliki kesan autentik dan punya daya tarik tersendiri.

” Kita berharap semua OPD Lotim nantinya bisa mengikuti aturan seperti Dispar, wajib bahasa Sasak setiap hari Kamis,” pungkas Kadis Dispar Lotim, Dr. Mugni atau yang akrab dipanggil Amaq Ega dalam bahasa Sasak Lombok.  []NP-Rji

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *