Heboh, Penemuan Bom Mortir Di Serumbung Jerowaru Lombok Timur

Pihak Kepolisian melakukan Identifikasi Benda yang diduga Bahan Peledak Mortir di Serumbung Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Rabu, 11 Desember 2019. (Foto: Suandi Yusuf)

NTBPOS.CO.ID – Penemuan Sebuah benda yang diduga merupakan bahan peledak jenis Mortir yang diperkirakan masih aktif, penemuan benda tersebut sontak menggegerkan warga Desa Pemongkong.

Benda tersebut ditemukan di salah satu lahan Tambak Garam (parak) milik warga di Repok Bembek Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Rabu 11 Desember 2019.

Warga Desa Paremas Samsudin (24) mengaku saat menemukan benda itu tertanam di tanah, sementara sebagian benda itu terlihat cukup jelas berbentuk mortir,dan sempat berusaha mengangkat benda tersebut namun tidak berhasil diangkat.

“Awalnya saya dikasi tahu sama keluarga dari sakra, dia yang pertama kali menemukan benda itu 2 bulan yang lalu saat dia sedang mencari burung di pohon bakau, dekat dengan tambak garam itu, dia kasi tau saya kalau di parak (tambak garam) itu ada granat, tapi saat itu saya masih di luar daerah”, tutur samsudin.

Benda yang diduga sebuah bahan peledak itu ditemukan sekitar pukul 12.30 Wita Siang, dan melaporkannya ke Polisi Sektor Jerowaru.

Sementara itu, Kapolsek Jerowaru IPDA Abdul Rasyid langsung merespon cepat dengan memerintahkan anggotanya untuk segera ke Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) guna mengamankan lokasi dengan memasang Police Line bersama Danposramil Jerowaru.

Baca Juga

“Beberapa saat kemudian, setelah mendapatkan laporan dari warga ,kami langsung turun bersama anggota untuk mengamankan lokasi, setelah dipastikan kondisi mortir masih aktif,kami langsung berkoordinasi dengan Kapolres Lombok Timur untuk menurunkan pasukan Brimob Kompi Labuhan Haji, serta meminta bantuan Tim Gegana Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) selaku tenaga ahli untuk mengangkat rudal tersebut”. Jelas Rasyid

Warga yang setiap hari beraktifitas di lokasi penemuan mortir itu mengaku sering melihat benda itu saat lalu lalang, namun mereka tidak tahu bahwa itu adalah bahan peledak yang cukup berbahaya.

Tim Gegana Polda NTB tiba dilokasi sekitar pukul 16.15 wita dan melakukan identifikasi,dari hasil identifikasi sementara, mortir tersebut merupakan proyektil ledakan tinggi (high eksplosif) dengan panjang 59 cm dan jari-jari 15 cm, yang biasanya di gunakan oleh pesawat pengebom. Bahan peledak itu diperkirakan saat zaman Belanda perang dunia II.

Untuk sementara mortir tersebut saat ini di bawa ke Polda NTB untuk identifikasi lebih lanjut.[] NP – */Red

Tonton Videonya :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *