IMM Bima Desak Kapolri Copot Anggotanya yang Melakukan Penembakan Terhadap Kader IMM di Kendari

Massa IMM Cabang Bima gelar aksi Unjukrasa di kantor DPRD Kabupaten Bima./ Foto: Herman La Dewa

KOTA BIMA, NTBPOS.com – Menyikapi kasus penembakan terhadap Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima, Senin, 30 September 2019.

Massa aksi mendesak Kapolri mengusut tuntas dan memecat oknum aparat yang diduga bertindak premanisme yang menyebabkan 2 orang Kader IMM dari Universitas Halu Uleo yaitu Randi dan Yusuf Kardawi meninggal dunia.

“Kami meminta Kapolri segera mengambil langkah untuk meyelesaikan kasus pembunuhan yang terjadi terhadap kader kami,” ungkap korlap aksi Samiun.

Masa aksi juga meminta kepada pemerintah agar mengusulkan Randi dan Yusuf Kardawi ditetapkan sebagai pahlawan demokrasi. Karna demi kepentingan Rakyat Indonesia yang di zolimi dengan hadirnya UU KPK dan RKUHP.

Baca Juga

“Mereka adalah pahlawan negara, gugur dalam membela bangsa,” ujarnya.

Selain itu masa aksi juga menyampaikan tuntutan yang sama tentang RUU KUHP yakni meminta DPRD Kabupaten Bima untuk tidak memaksakan diri dan tetap menolak menetapkan RUU KUHP pasal 219, pasal 241, dan pasal 232 yang dianggap tidak memiliki nilai demokrasi. Penetapan RUU KUHP juga sangat merugikan masyarakat. Pasal-pasalnya dinilai tidak berintelektual.

“Hari ini DPRD tidak pro terhadap rakyat, para dewan lebih mementingkan dirinya sendiri,” ungkap Samiun.

Aksi yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) Cabang Bima ini mendapat respon positif dari Ketua DPRD Kabupaten Bima dengan langsung menemui massa aksi dan berjanji akan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan dari massa aksi. [] NP-Hrm

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *