Kades Bilok Petung Diduga Jual Tanah GG Kepada Perusahaan Ternama

  • Whatsapp
Lahan Yang Diduga Dijual Oleh Kades Bilok Petung./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Kepala Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun diduga menjual tanah governor ground (GG) atau tanah milik negara seluas 12 hektar dengan harga Rp 150 juta perhektar. Tanah tersebut diketahui terjual ketika masyarakat membagi lahan seluas 20 hektar setelah menang sengketa melawan PT. Kosambi pada tahun 2020 lalu.

Salah satu warga penggarap lahan, Suryadi menuturkan, tanah seluas 12 hektar itu di jual oleh kepala Desa Bilok Petung kepada PT. Kosambi seharga 150 juta rupiah perhektar.

“Lahan tersebut di jual ketika kami sedang bersengketa dengan PT Kosambi. Jadi Kepala Desa main belakang,“ ungkap Suryadi. Rabu, 11 Agustus 2021.

Ia menjelaskan, kalau mengacu pada surat keputusan pengadilan yang kedua nomor 122/Pdt.G/2020/PN.Sel. tanggal 10 Desember 2020 bahwa, ada 12 orang yang berhak menerima sekaligus mengelola lahan seluas 20 hektar kurang satu are tersebut.

“Dalam keputusan itu disebutkan bahwa masing-masing mendapatkan lahan seluar 15 are dengan merujuk pada peta Blokter,“ katanya.

Namun kata Suryadi, pada saat pembagian lahan tersebut tidak sesuai dengan luas lahan hasil keputusan pengadilan. Hanya 3,5 hektar yang di bagi, sedangkan luas lahan yang dijadikan pemukiman oleh warga Bilok Petung jumlahnya berkisar antara 5,3 hektar.

Baca Juga

“Jadi luas sekitar 11 hektar yang belum kami terima. Pada waktu pembagian itu juga kami dapat informasi bahwa di jual kepada PT. Kosambi,“ ucapnya.

Sementara uang hasil penjualan dibagi-bagi kepada masyarakat yang tidak ikut sengketa mempertahankan lahan sisa perpanjangan HGU PT. Kosambi tersebut.

Sementara itu, kepala Desa Bilok Petung, Rusdi, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, menyangkal semua dugaan dan tuduhan kepadanya terkait penjualan lahan seluas 11 hektar.

“Tidak ada saya menjual lahan tersebut, apalagi uang hasil jualan itu di bagi bagi,“ sanggahnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *