Kecamatan Pringgabaya Rentan Terjadi Kasus Pernikahan Dini

Nasihun, Camat Pringgabaya, Lombok Timur. / Foto: Unrara Angan/www.ntbpos.co

Lombok Timur – Berdasarkan data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Lombok Timur tahun 2020 lalu, tercatat sebanyak 42 kasus perkawinan usia dini.

Salah satu wilayah yang rentan terjadi perkawinan anak usia dini adalah Kecamatan Pringgabaya. Pada tahun 2020 tercatat sebanyak 10 kasus.

Camat Pringgabaya, Nasihun mengatakan, di Pringgabaya banyak terjadi pernikahan dibawah umur yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya dampak pandemi yang membatasi seluruh aktifitas masyarakat, termasuk sekolah.

“Baru-baru ini kembali terjadi pernikahan di bawah umur dan kami langsung laporkan ke pihak kepolisian dan Perlindungan anak untuk mencegah perkawinan yang terjadi di Desa Gunung Malang,“ katanya, Senin, 5 April 2021.

Namun yang menjadi persoalan adalah pasangan tersebut menikah karena sudah melanggar norma agama dan adat, diduga pasangan tersebut melakukan hubungan intim diluar nikah.

“Pernikahan anak dibawah umur ini tidak normal, mereka menikah karena “kecelakaan” kalau tidak begitu, enak kita cegat dengan mengambil tindakan agar aparat bersangkutan tidak menyetujui dan menghadiri acara pernikahan tersebut, urusan selesai,“ ungkapnya.

Baca Juga

Oleh karena itu, lanjutnya, Bupati memerintahkan camat untuk tiga hal, yaitu mengumpulkan kepala desa untuk membuat peraturan desa terhadap larangan pernikahan usia dini.

Semua desa harus mempunyai kampung keluarga berencana dan semua posyandu harus berubah menjadi posyandu keluarga.

“Tiga hal tersebut harus diwujudkan, dan Alhamdulillah Desa di Kecamatan Pringgabaya ini sudah membuat aturan itu,“ tutup nasihun. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *