Keindahan Lombok Dilirik Produser Perfilman Hollywood

Yusmayati, kapokja Perijinan dan Pengendalian Perfilman, Kemendikbud
Yusmayati, Kapokja Perijinan dan Pengendalian Perfilman, Kemendikbud./Foto : Deni Umar Dani/www.ntbpos.co

LOMBOK UTARA – Potensi keindahan alam Lombok yang tidak diragukan lagi, ternyata menarik perhatian beberapa Rumah Produksi perfilman di luar negeri.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru, mengadakan sosialisasi kebijakan perfilman di aula kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara, guna mempersiapkan keahlian sineas lokal supaya mampu bersaing dengan sineas luar negeri.

Pada kesempatan tersebut, Yusmawati, Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Perijinan dan Pengendalian Perfilman Kemendikbud menyampaikan keinginan pemerintah untuk meningkatkan potensi para pelaku perfilman lokal terutama sebagai fixer.

“Kita ingin meningkatkan potensi mereka. Mereka punya idealisme membuat film namun membuat film butuh biaya yang besar,“ kata Yusmawati, kepada NTBPos.co, Selasa, 27 April 2021.

Mengingat biaya produksi perfilman yang mahal, Yusmawati menerangkan kepada sineas yang hadir, bahwa peluang sebagai fixer lokal di industri perfilman sangatlah menjanjikan.

“Ini adalah peluang untuk meningkatkan ekonomi mereka sendiri,“ ujarnya.

Baca Juga

Selain itu, salah satu fixer Indonesia, Viko Amanda juga membagikan pengalamannya ketika menjadi fixer salah satu produser dari Hollywood saat mencari lokasi syuting di Lombok.

“Waktu itu produsernya sangat senang sekali dan sangat terpesona dengan keindahan alam Lombok. Artinya potensi Lombok untuk dijadikan sebagai set atau lokasi syuting Production House asing sangat bisa,“ terang Viko kepada peserta melalui video confrence.

Viko juga menambahkan sulitnya regulasi saat itu sehingga produser-produser asing lebih memilih thailand, vietnam, dan malaysia sebagai pilihan.

“Ada hal-hal yang dipertimbangkan oleh produser-produser asing terkait dengan regulasi yang membuat mereka memilih negara sebelah,“ jelasnya.

Kegiatan yang di selenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud tersebut bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Lombok Utara dan dihadiri oleh 60 orang perwakilan dari komunitas perfilman juga praktisi dari seluruh pulau Lombok. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *