Kejari Lotim Naikan Status Kasus Dugaan Kredit Fiktif di BPR Cabang Aikmel

  • Whatsapp
Irwan Setiawan Wahyuhadi, Kepala Kejaksaan Negeri Selong, Lombok Timur./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Kasus dugaan kredit fiktif yang dilakukan oleh oknum mantan bendahara UPTD Dikbud Pringgasela di PD BPR NTB Cabang Aikmel, Lombok Timur, sudah naik ke tahap penyidikan setelah sebelumnya dilakukan gelar perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Irwan Setiawan Wahyuhadi mengatakan, setelah sebelumnya diadakan gelar perkara atas dugaan kredit fiktif di BPR tahun 2020 lalu, kini kasusnya naik ke tahap penyidikan.

“Dalam waktu dekat, kami akan segera melakukan pemanggilan saksi dan calon tersangka untuk dimintai keterangan. Terkait kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan sekitar 1 Miliar, itu berdasarkan hitungan sementara,“ katanya, Rabu, 21 Juli 2021.

Untuk menghitung kerugian negara, Irwan menyebut akan berkoordinasi dengan Inspektorat selaku pengawas internal karena dananya bersumber dari APBD II.

Sementara untuk calon tersangka dalam kasus itu, Irwan tidak menyebut jumlah karena hal itu akan disampaikan setelah penyidikan rampung.

Selain itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Selong, L. M. Rasyid menjelaskan bahwa, kasus tersebut sudah didalami sejak 3 bulan lalu. “Dari hasil penyelidikan itu kemudian dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan,“ jelasnya.

Baca Juga

Dirinya menyebut, pihaknya sudah mengantongi 2 alat bukti berupa dokumen dan keterangan dari pihak terkait, baik dari pihak BPR maupun Dikbud Lotim.

“Saksi yang sudah kita mintai keterangan jumlahnya mencapai 30 orang dan untuk penetapan tersangka, kami belum memastikan sebelum penyidikan selesai,“ sebutnya.

Meski demikian, Rasyid memastikan harus ada orang yang bertanggungjawab atas kasus yang menyebabkan kerugian negara tersebut. np

Reporter : Unrara Angan
Editor : Suandi Yusuf

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *