Kepala KPPN : Kamad Berhak Tentukan Bank Penyalur Dana BOS

Endah Proborini, Kepala KPPN Selong, Lombok Timur. / Foto: Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Beberapa Madrasah di Lombok Timur mengeluhkan proses pergantian rekening Bank penyalur dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) karena setiap tahun selalu berganti-ganti bank.

Pencairan dana BOS hingga saat ini belum bisa dicairkan ke semua Madrasah karena banyak yang belum selesai pemberkasan, disamping akibat pergantian rekening bank. Hal itu diungkapkan, Agus Sugandi, Kepala Madrasah Aliyah Darul Aitam Jerowaru.

“Sudah 3 kali ini rekening BOS diganti, sebelumnya pihak kemenag sendiri sudah menginformasikan tentang perubahan bank penyalur dan kita harus mengikuti ketentuan itu, kamipun tidak boleh menolak,“ katanya, Senin, 12 April 2021.

Dijelaskannya, di portal BOS sendiri sudah tertera 1 bank penyalur dan nomor rekening masing-masing Madrasah sudah ada disana beserta jumlah dana yang akan diterima, sehingga operator Madrasah tinggal mengunggah dokumen yang dibutuhkan pihak bank.

“Dokumen yang sudah di unggah itu nantinya harus dibawa ke bank saat pencairan,“ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Selong, Lombok Timur, Endah Proborini, saat dikonfirmasi NTBPOS menjelaskan bahwa Kepala Sekolah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berhak menentukan bank penyalur.

Baca Juga

“Terkait penentuan bank penyalur, mungkin dari satuan kerja (satker) sendiri sudah punya ketentuan tapi yang jelas KPPN tidak boleh menginterpensi dalam hal pemilihan bank penyalur, kalau kami mana saja boleh yang penting bank Himpunan milik negara (Himbara) tapi saat ini kami di kabupaten tidak menyalurkan BOS karena ditangani langsung oleh provinsi,“ jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, untuk mekanisme penyaluran dana BOS, secara nasional sama saja, namun penentuan bank penyalur, satker bebas mengusulkan bank mana saja yang dianggap paling bagus

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Lombok Timur, Mahyudin menjelaskan bahwa perubahan itu merupakan kebijakan dari pusat.

“Kalau kita disini maunya ditetapkan saja bank yang sudah ada, karena lelah juga kita kesana-kemari untuk mengurus itu tapi apa boleh buat kalau dari pusat sudah kebijakannya seperti itu,“ jelasnya.

Dirinya juga mengaku sudah pernah memberikan masukan secara lisan kepada Kanwil NTB supaya bank penyalur dana BOS tidak berubah-ubah.

“Akibat perubahan ini, banyak rekan-rekan kepala Madrasah yang mengeluh dan kasian juga bagi yang dari jauh, harus bolak balik ngurus itu. Keluhan yang sama juga kita dengar dari guru penerima TPG yang berganti rekening,“ ungkapnya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *