Koalisi LSM Resmi Laporkan Jajaran Direksi Bank NTB Syariah Ke Kejati NTB dan OJK

  • Whatsapp
Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) Dedi Irawan . / Foto: Dok/www.ntbpos.co

MATARAM – Dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oknum karyawan Bank NTB Syari’ah sebesar Rp 10 Miliar berbuntut panjang koalisi LSM, ITK dan Lamsida resmi melaorkan jajran direksi Bank NTB Syariah ke Kejati NTB dan OJK.

Institut Transparansi Kebijakan (ITK) dan Lembaga Advokasi Masyarakat Sipil Daerah (Lamsida), Senin, 29 Maret 202 resmi melaporkan Direktur Utama hingga jajaran Direksi Bank NTB Syari’ah di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) atas kasus tersebut.

“Kami melaporkan secara kelembagaan mulai dari Dirut, seluruh direksi hingga dewan pengawas. Karena bagi kami kejahatan ini tidak mungkin hanya dilakukan oleh seorang oknum tanpa didukung oleh sebuah sistem dan perangkat lainnya sehingga kejahatan perbankan bisa terjadi dan ini terjadinya berulang-ulang,” ujar Direktur ITK Dedi Kusnadi kepada wartawan usai melapor di Kejati NTB, Senin siang 29 Maret 2021 di Mataram.

Dia mengungkapkan, terlapor utama adalah Direktur Utama Kukuh Rahardjo.

“Jadi menanggapi pernyataan beliau bahwa tidak ada kerugian keuangan nasabah dan bagi kami adalah pernyataan yang sangat keliru dari seorang direktur,” ungkapnya.

Selian Dirut, oknum PP yaitu pegawai penyelia pelayanan non tunai juga ikut menjadi terlapor dalam kasus tersebut. Belakangan oknum PP tersebut mengidap penyakit kejiwaan.

Baca Juga

Ditempat yang sama, Direktur Lamsida Ilham Yahyu menjelaskan, bukan saja laporan tersebut ke Kejati NTB namun juga ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menurutnya adalah dalam rangka memberikan penilaian-penilaian kepada bank daerah serta perangkatnya.

“Ada lima pejabat yang kami laporkan secara hukum di situ terhadap dugaan mafia perbankan kemudian persekongkolan dan pembiaran yang dilakukan oleh direktur dan jajarannya terhadap hilangnya lebih dari Rp 10 miliar yang nasabah,” ungkapnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) Dedi Irawan membenarkan adanya laporan dari sejumlah LSM atas dugaan penyelewengan dana nasabah serta mafia perbankan di Bank NTB Syari’ah tersebut.

“Kami akan telaah dulu karena ini masalah perbankan apakah itu termasuk korupsi atau tibdak pidana perbankan. Jika ini termasuk tindak pidana korupsi maka kita tindaklanjuti, tapi jika tindak pidana perbankan maka penyidiknya bisa OJK dan kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Bank NTB Syari’ah mengakui adanya dugaan penyelewengan. Pihaknya juga akan melaporkan hal ini secara resmi ke polisi.

Dia mengatakan, temuan dugaan penyelewengan dana oleh seorang oknum karyawan berinisial PS tersebut berkat perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah.

Temuan penyelewenangan dana tersebut berkat progres Kukuh Rahardjo dalam memberantas budaya kecurangan atau fraud di internal Bank NTB Syariah sejak pertama kali bertugas pada 2018.

“Temuan ini merupakan salah satu hasil dari perbaikan proses bisnis yang dilakukan Bank NTB Syariah sejak dikonversi pada 2018. Apa yang kami lakukan dengan melakukan rotasi bagi pejabat yang masa jabatannya lebih dari dua tahun,” ujarnya.

Strategi yang dilakukan Bank NTN Syariah dalam mencegah fraud tersebut dengan melakukan rotasi terhadap pejabat Bank NTB Syariah yang masa tugas di atas dua tahun.

“Ini adalah salah satu kebijakan manajemen, selain untuk melakukan pemuktahiran pada tugas dan tanggung jawab, sekaligus upaya untuk mencegah fraud. Alhamdulillah temuan ini diketahui oleh manajemen setelah adanya rotasi,” katanya.

Saat penyelia pelayanan non tunai berinisil PS diganti, pejabat pengganti menemukan kejanggalan dalam transaksi yang selama ini dilakukan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke manajemen, dan selanjutnya didalami. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *