Kondisi Hutan Rusak Parah, HMI Cabang Dompu Angkat Bicara

Ketua Umum HMI Cabang Dompu, Caca Handika saat orasi. / Foto : Herman La Dewa

DOMPU, NTBPOS.com – Melihat kondisi kawasan hutan di wilayah Kabupaten Dompu yang kondisinya kian hari kian memprihatinkan, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu angkat bicara.

“Bupati Dompu harus bangun dari tidur panjangnya. Dengan melihat kondisi objektif yang terjadi setiap tahun semakin meningkat pembabatan hutan yang dilakukan oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua Umum HMI Cabang Dompu Caca Handika Kepada NTBPOS.com, Ahad, 20 Oktober 2019.

Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah paling tidak, ada upaya memaksimalkan oknum tersebut atau penebangan liar yang semakin meningkat dan merajalela. Tak hanya itu, Caca juga menginginkan agar Pemerintah Daerah harus memberikan solusi atas keresahan yang dialami warga.

“Apakah tugas pemerintah hanya akan menyaksikan kerusakan hutan yang begitu parah, begitu juga dengan KPHL kemana batang hidungnya? apakah mereka (pemerintah, red) hanya sekedar menonton dan melihat saja atas keresahan yang dialami masyarakatnya,” pertanyaan dia.

Menurut ketua umum HMI Cabang Dompu ini, pemerintah paling tidak harus melakukan sosialisasi di setiap kecamatan untuk memberikan penegasan serta memberikan penjelasan mana hutang yang harus dibabat dan mana yang tidak.

“Pemerintah harus bangun dari tidur panjangnya, lakukan sosialisasi di tiap-tiap wilayah dan berikan arahan mana hutan lindung dan mana hutan produksi dan lain-lain, atau berikan garis batas supaya tidak terjadi penebangan liar. Hal itu juga untuk mengantisipasi kekeringan,” saran Caca.

Baca Juga

Disinggung tentang kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Pekat yang menghanguskan ratusan heaktar tanaman tebu milik PT SMS dan kawasan pemanfaatan Taman Nasional Tambora (TNT) kemarin, mereka merasa prihatin, semua itu tidak terlepas dari ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“HMI juga sangat prihatin atas kebakaran yang terjadi di Kecamtan Pekat karena tak hanya lahan milik PT SMS yang terbakar pemnafaan taman Nasional Tambora juga ikut terbakar,” katanya.

Sebelum mengakhiri, Caca menambahkan, mereka sangat berharap terhadap pemerintah daerah lebih-lebih kepada 30 anggota DPRD Dompu yang baru saja dilantik agar mampu menjawab keresahan masyarat.

“Di pundak kalianlah masyarakat menitipkan harapan dan kepada kalianlah tempat masyarakat buruh perlindungan serta perhatian kalian yang sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkas Caca. [] NP-Hrm

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *