Kunker DPRD Lotim, Fokus Soal Anggaran dan Perencanaan Eksekutif

  • Whatsapp
H. L. Hasan Rahman, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

BALI – Ada beberapa fokus kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur dalam melakukan kunjungan kerja (kunker) yakni soal mekanisme penganggaran dan pendapatan yang dikelola oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur, H. L. Hasan Rahman mengatakan bahwa di daerah yang terkenal dengan pulau dewata itu, masih berkonsentrasi untuk memajukan pariwisata, seperti di Gianyar, Tabanan atau di Kabupaten lainnya.

“Pariwisata ditempat ini dilakukan sepenuh hati. Mulai dari infrastruktur, kelembagaan sampai dengan penataan destinasi di masing-masing wilayah,“ katanya kepada wartawan, Jum’at malam, 28 Mei 2021.

Selain itu, dirinya juga menyorot kehasan politik anggaran di Kabupaten atau Kota yang ada di Provinsi Bali.

Meski hal itu tidak disebutkan secara gamblang, apakah dijadikan rekomendasi atau tidak namun menurutnya hal ini sudah harus di pull up oleh eksekutif.

Dengan keberadaan informasi di media dan hasil itu juga telah didokumentasikan di sekretariat DPRD.

Baca Juga

“Termasuk juga dengan hearing terkait masalah anggaran maupun perencaan, mestinya harus sudah direspon oleh eksekutif. Sebab itu semua telah terdokumentasi dengan baik,“ ujarnya.

Dirinya juga menyinggung soal Rencana Induk Pembangun Pariwisata Daerah (RIPPARDA). Sebenarnya, sudah diambil alih oleh legislatif untuk mempercepat prosesnya. Jangan sampai hal tersebut menghalangi pariwisata.

“Ada komentar dari penggiat terkait dengan dokumentasi atau data yang tak menunjukan perubahan dari kondisi lima tahun yang lalu,“ ucapnya.

Politisi Partai Golongan Karya itu juga menjelaskan bahwa para penggiat menginginkan data yang ada saat ini. Ia juga menerangkan, awalnya dewan juga berfikir dokumentasi dalam rancangan itu sudah lengkap.

“Kami fikir dokumen sudah lengkap namun eksekutif butuh dana untuk itu sehingga rancangan itu dikembalikan karena belum menunjukkan keberadaan masing-masing wilayah,“ terangnya.

Ketua Komisi IV DPRD Lotim itu juga mencontohkan data jumlah hotel dan home stay di Sembalun, masih menggunakan data tahun yang lalu, padahal data saat ini sudah berubah.

“Tidak hanya Sembalun, namun masih ada daerah lain seperti Masbagik, berapa jumlah kulinernya, rumah makan, usaha kerajinan gerabah dan lainnya. Jangan sampai yang diceritakan data tahun lalu karena bisa saja ada yang baru bahkan yang sudah gulung tikar,“ ungkapnya.

Kendati demikian, lanjutnya, meski usahanya mati namun orang yang bekerja ditempat itu disebutnya masih ada. Hanya saja belum maksimal.

Ia juga mengakui jika intervensi dari pemerintah yang kurang sehingga bank data itu penting. Di lain sisi, fokus pembangunan harus menjadi perhatian sebab hal itu akan berbuntut pada anggaran.

“Untuk membangun desa wisata misalnya, sering kali ditemukan ketidakfokusan. Seperti tahun 2019 misalnya, ada anggaran untuk membangun namun tahun berikutnya sudah tak ada lagi,“ tandasnya.

Sejatinya, kata Rahman, sudah ada rencana penggunaan anggaran yang matang sampai dengan tahap promosi untuk mendatangkan pengunjung. Jadi tahapan perencanaan itu harus dilakukan.

“Apalagi untuk membangun Desa wisata, perhitungannya dan desainnya harus jelas, jangan tiba-tiba jadi Desa wisata lalu akan banyak pengunjung,“ katanya.

Rahman hawatir, jangan sampai di belakang hari sudah dianggarkan miliaran rupiah tapi lantaran dengan perencaan yang tidak matang berimbas pada anggaran.

“Kita lihat Desa wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, disana memiliki perencaan yang jelas. Mulai dari konsepnya, kelembagaan, penataan, pengelolaan, peran Pemdes, Kecamatan, Kabupaten dan bagaimana bagi hasil usahanya, bahkan sampai urusan tiket masuk,“ paparnya.

Semuanya dikerjakan melalui pengkajian yang jelas sehingga diberikan porsi anggaran setiap tahunnya.

“Namun berbeda dengan kita di Lombok Timur, begitu sudah diberikan anggaran, “plek” selesai karena tidak melalui perencanaan yang matang,“ pungkasnya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *