Lombok Timur Masih Berstatus Siaga Kekeringa

  • Whatsapp
Iwan Setiawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Lombok Timur./ Foto : M. Ragil Sopiyan Sauri/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Beberapa wilayah di Lombok Timur mulai dilanda kekeringan, sehingga Pemerintah Daerah terus melakukan pemeliharaan mata air terutama di daerah hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Iwan Setiawan mengatakan, untuk mengantisipasi kondisi kekeringan tersebut, pihaknya telah bersurat sekaligus menjemput bola ke setiap kecamatan agar lebih efesien bentuk penanganannya.

“Kami sejatinya sudah bersurat, selain itu guna meminimalisir terjadinya kekurangan air bersih kami langsung jemput bola,“ katanya kepada NTBPOS, Selasa, 13 Juli 2021.

Lombok Timur belum termasuk darurat kekeringan, lanjut Iwan, akan tetapi masih berstatus siaga, sehingga setiap hari anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) 2 sampai hari ini masih meninjau titik-titik yang rawan kekeringan.

“Sejauh ini, hampir semua Kecamatan sudah melaporkan daerahnya yang rawan kekeringan,“ sambungnya.

Lebih lanjut, Sekretaris DPP HKTI NTB Itu menjelaskan, sejauh ini wilayah selatan yang masih sering terjadi kekeringan setiap tahunnya, meskipun memiliki sumber air tetapi sudah kering.

Baca Juga

“Selama jaringan pipa maupun sumur bor masih ada, tidak bisa dikategorikan daerah kekeringan, yang masuk dalam kategori kering adalah daerah yang semula memiliki sumber air namun kekeringan,“ terangnya.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, guna mengatasi kekurangan armada pengangkut air bersih, pihaknya akan menggandeng swasta dalam memberikan pasokan air bersih.

“Tentunya kami terus mensuplai air ke wilayah kekeringan, perhari itu paling tidak kami membutuhkan 30 armada, dengan 2 kali pengangkutan perhari,“ imbuhnya.

Untuk itu, Iwan menghimbau masyarakat agar meningkatkan kapasitas penampungan airnya karena kekeringan ini tidak bisa ditebak kapan berakhirnya.

“Ini yang perlu diingatkan kepada masyarakat agar meningkatkan kapasitas penampungan airnya karena jika dikalkulasikan, setiap jiwa itu rata perhari menggunakan 60 liter air,“ tutupnya. np

Reporter : M. Ragil Sopiyan Sauri

Editor : Suandi Yusuf

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *