Mengaku Buser, Seorang Sopir di Lotim Rugikan Pengusaha Kayu Rp. 46 Juta

Pelaku AR seorang sopir mengaku yang sebagai Buser. / Foto : Lalu Dedi Satriawan

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Seorang sopir inisial AR (30) menipu pengusaha kayu dengan aktingnya yang mengaku sebagai anggota Buru Sergap (Buser). AR mencegat sebuah truck bermuatan kayu yang melintas di jalan Raya Labuhan Lombok.

Truck bermuatan 12 kubik kayu jenis Raju Emas yang dibawa dari Bima tersebut akan dianter ke UD. Rizki, Masbagik, berhasil diperdaya. Pelaku mengancam akan menyita kayu yang dibawa korban, dengan alasan kayu-kayu tersebut ilegal.

Karena ketakutan, korban akhirnya mengikuti kehendak pelaku, yang menggiring kendaraannya ke gudang kayu Dino Parlin untuk dijual. Pada gudang tersebut, pelaku menjual kayu-kayu tersebut seharga Rp. 46 juta.

“Saat melintas di jalan Raya Labuhan Lombok, pelaku memberhentikan Truck, dan mengancam akan menangkap kayu korban yang di anggapnya ilegal.

Karena dalam posisi takut korban akhirnya memenuhi perintah pelaku agar kayu tersebut diantar ke salah satu somil,” jelas Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP. I Made Yogi Purusa Utama.

Namun, pelaku memberikan uang sebesar Rp. 6 juta kepada sopir truck dengan alasan sebagai ongkos angkutan kayu yang dibawanya.

Baca Juga

Akibat kejadian ini, Pemilik kayu, Jaharudin, mengalami kerugian sebesar Rp. 46 juta. Sehingga, ia pun melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/574/VIII/2019/NTB/Res Lotim, pada Tanggal 30 Agustus 2019 lalu.

Timsus 3C Polres Lombok Timur, menangkap pelaku AR pada Rabu, 25 September 2019. Sekitar pukul 19.15 Wita, di Desa Lenek, Kecamatan Lenek. Pelaku ditangkap tanpa melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Pelaku kami tangkap di Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Lombok Timur. Tanpa perlawanan,” kata Yogi.

Saat ini Pelaku dan Barang Bukti diamankan di Mapolres Lombok Timur, guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut. [] NP-Ded

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *