Pemadaman TPA Kebon Kongok Lebih Cepat dari Target

Pjs.Sekda NTB berjabat tangan dengan para petugas pemadam Kebakaran TPA Kebon Kongok. Senin, 4 November 2019./Ahmad Muazatul Huzaeri @NTBPOS.com

MATARAM, NTBPOS.com – Proses Pemadaman Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, sudah dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Sesuai dengan instruksi Gubernur Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu, memberikan target 15 hari untuk menyelesaikanny namun petugas mampu mengatasinya dalam waktu 12 hari.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi NTB menggelar Apel Penutupan operasi penanggulangan kebakaran TPA tersebut yang dipimpin Penjabat Sekretaris daerah (Pj. Sekda) NTB Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si itu. Senin, 4 November 2019.

Apel tersebut digelar sebagai tanda seluruh proses pemadaman telah berakhir.

“Alhamdulillah, dari target waktu yang ditetapkan yaitu 15 hari operasi, namun sudah selesai dalam 12 hari saja. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, juga kepada pihak Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, sehingga kita dapat menuntaskan satu persoalan bencana ini,” ungkap Iswandi.

Proses pemadaman tersebut dikatakan telah banyak menelan biaya hanya untuk memadamkan api.

“Dalam operasi ini, kita telah menghabiskan biaya sekitar Rp 750 juta untuk mengatasi kebakaran TPA sampai tuntas,” ujar Mantan Kepala BPKAD Provinsi itu.

Baca Juga

Menurut Iswandi, Semua pihak harus menjadkan pelajaran berharga dari peristiwa kebakaran yang telah terjadi. Jangan sampai hal serupa terulang kembali. Mengingat, setiap kebakaran akan terus membutuhkan biaya yang semakin besar.

Baca juga : Gubernur NTB Instruksikan Percepat Pemadaman Api di TPA Kebon Kongok

Biaya tersebut, bisa diminalisir dan dialihkan untuk hal-hal lainnya. Syaratnya, tentu saja mengantisipasi kebakaran serupa.

“Kita bersyukur, tidak ada korban jiwa, namun ini merupakan pelajaran berharga bagi kita semua. Kita semakin menyadari bahwa memilah sampah agar tidak menimbulkan musibah, menjadi sangat penting dilaksanakan,” ucapnya.

Sebagai daerah yang rawan bencana, kata Iswandi, kebakaran seperti TPA sama sekali tidak diharapkan terulang kembali.

Oleh karena itu, kedepan TPA Kebon Kongok akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Terutama untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal yang harus dijadikan perhatian juga, jumlah sampah yang dibawa ke TPA bisa semakin berkurang. Apalagi saat ini sudah semakin berkembang pemilahan sampah dari rumah tangga.

Program zero waste juga semakin dikenal masyarakat untuk menyadarkan bahwa sampah bisa menjadi masalah atau berkah, tergantung dari cara pengelolaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Iswandi memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang berjibaku memadamkan api siang dan malam.

Baca juga: Pj. Sekda NTB Instruksikan Biro Kesra Pantau Kebakaran TPA Kebon Kongok

“Kepada seluruh tim, disampaikan terima kasih atas kerjasama yang sudah dilakukan sehingga upaya pemadaman lebih cepat tuntas dari waktu yang telah ditargetkan,” ujarnya.

Apel penutupan dihadiri seluruh tim pelaksana operasi dari Tagana, pemadam kebakaan dan staf BPBD, Dinas LHK dan dinas terkait lainnya.

“TPA Kebon Kongok kedepan, akan menjadi pusat industri daur ulang sampah. Itu yang penting dan harus kita lakukan juga,” tutup Iswandi.

Luas area tumpukan sampah TPA Regional Kebon Kongok sekitar 5 hektare. Luas lahan yang terbakar lebih dari 4 hektare. Terbakarnya lahan TPA ini menyebabkan pembuangan sampah dari Kota Mataram dan Lobar sempat terganggu. []NP- Amh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *