Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Lotim, LPA Tagih Janji Sukma

Koordinator Litbang Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten lombok Timur, M. Habiburrahman. / Foto: Ist

LOTIM, NTBPOS.com – Litbang Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur, M. Habiburrahman mengungkapkan dalam Visi – Misi Pemerintah Daerah Lombok Timur di bawah kepemimpinan HM. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi dicantumkan adanya upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Karena itulah, saat menjadi pemateri dalam sebuah diskusi publik di Rupatama I Kantor Bupati Lombok Timur pada Senin, 19 Agustus 2019 kemarin, Habiburrahman mendorong semua pihak menagih janji Pemda tersebut agar keberadaan kaum perempuan di Lombok Timur tidak semakin terbelakang.

Dikatakannya bahwa masih ada stigma yang menganggap perempuan harus berada di bawah laki-laki. Selain itu, dalam kurikulum pelajaran di sekolah masih ditemukan bias gender yang mengungkung keberadaan kaum perempuan. Bahkan, produk kebudayaan lokal masih juga menyudutkan kaum perempuan. Seperti halnya, lagu-lagu Sasak yang menjurus merendahkan perempuan, pertunjukan jangger. Semua persoalan tersebut menjadi kekuatan yang menekan eksistensi kaum perempuan dalam menampilkan kemampuannya.

Pada dasarnya, peraturan perundang-undangan sudah cukup baik mengakomodir dan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuannya dalam semua sektor kehidupan. Hanya saja, lanjut Habiburrahman, penerapan dari aturan tersebut masih banyak ditemukan sebatas pemenuhan administratif semata. Seperti dalam dunia perpolitikan, di mana, kuota 30% perempuan hanyalah pelengkap dokumen yang menyebabkan para kontestan perempuan hanya menjadi cover pelunasan administrasi.

Habiburrahman yang akrab dipanggil Habib menjelaskan untuk kalangan menengah ke atas, keberadaan kaum perempuan sudah mulai terakomodir di Lombok Timur. Musrenbang khusus perempuan sudah mulai diadakan, walau hanya di level kabupaten.

“Ke depan, musrenbang perempuan ini harus terus dapat ilaksanakan hingga di kecamatan dan desa”, ungkapnya.

Pentingnya perhatian terhadap perempuan ini dikarenakan pengasuhan anak selama ini lebih dibebankan kepada perempuan. Karena itulah, akan menjadi barometer kualitas anak, jika ibunya berkualitas akan cenderung menghasilkan didikan yang berkualitas juga.

Baca Juga

Pemerintah harus hadir karena fungsinya sebagai pengambil kebijakan agar dapat dilahirkan dan dilaksanakan program-program yang mendorong kemajuan kaum perempuan. Terlebih, Bupati dan Wakil Bupati saat ini telah memasukkan program penanganan persoalan perempuan dan anak dalam visi misinya yang layak dan pantas ditagih oleh masyarakat .

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *