Pemerhati Pariwisata Selatan Klarifikasi Persoalan Jalan Wisata Ekas

  • Whatsapp
Jaya Kusuma, Pelaku dan Pemerhati Pariwisata Kawasan Selatan. / Foto: Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Proyek pembangunan jalan dari Lendang Terak menuju pantai Surga di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru masih terhambat karena belum ada kata sepakat antara pemerintah dan pemilik perusahaan.

Seperti yang diberitakan ntbpos.co sebelumnya, Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas PUPR, menolak tawaran dari pihak perusahaan yang menginginkan agar pengaspalan jalan tersebut tidak sampai ke bibir pantai.

Sementara pemerintah menginginkan supaya pengaspalan diteruskan sampai ke pantai tanpa terhalang oleh apapun.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pelaku sekaligus pemerhati pariwisata selatan, Jaya Kusuma, angkat bicara untuk menanggapi persoalan tersebut guna menepis issu liar yang berkembang demi kemajuan pariwisata dan menjaga arus investasi di Lombok Timur.

“Saya sudah baca berita sebelumnya dan saya juga sudah diskusi dengan manajer PT. Hot Planet Indonesia, sehingga bisa dikatakan tidak ada masalah antara Pemda dan pihak perusahaan, hanya perlu menyatukan konsep tentang tata ruang saja,“ katanya, Kamis, 1 April 2021.

Dirinya menjelaskan, sebenarnya pihak perusahaan bukan menghalangi pengerjaan jalan tersebut, bahkan sangat mendukung, terlebih lagi untuk kepentingan publik.

Baca Juga

“Pihak perusahaan juga mempersilahkan untuk pembangunan jalan bahkan lahan perusahaan yang panjangnya 1 kilometer lebih, akan dihibahkan ke Pemda untuk kepentingan publik,“ paparnya.

Tapi dengan alasan tata ruang, lanjutnya, perusahaan meminta kepada pemda untuk tidak melakukan pengaspalan sampai ke pantai karena akan mengganggu wisatawan.

“Jika ingin memberikan ruang untuk pejalan kaki, silahkan saja tapi mungkin ada opsi lain seperti membuat trotoar yang jaraknya hanya sekitar 150 meter dari lokasi parkiran yang ada,“ jelasnya.

Hasil diskusinya dengan pihak perusahaan, kenapa perusahaan minta supaya tidak lolos sampai pantai supaya bisa diatur untuk parkir kendaraan, sehingga kendaraan pengunjung tidak parkir di pantai karena akan merusak pemandangan dan privasi hotel. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *