Polsek Sakra Gencar Sosialisasikan Kampung Sehat jilid 2

Kapolsek Sakra Iptu. Suyono . / Foto: M. Ragil Sopiyan Sauri/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Lomba kampung sehat jilid 2 sangat antusias disambut oleh Kepolisian Sektor Sakra, program ini juga diharapkan memiliki semangat yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni mendorong peran aktif masyarakat sebagai kunci keberhasilan penanganan dan pencegahan penularan virus mematikan, serta vaksinasi yang sekarang digencarkan oleh pemerintah.

Beberapa bidang yang menjadi fokus pada lomba tahun ini antara lain, bidang kesehatan, bidang keamanan dan ekonomi kreatif serta ketahanan pangan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Polisi Sektor Sakra, Suyono, mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dengan seluruh unsur dan elemen masyarakat bersama Forkofimcam Sakra.

“Jadi, setiap Subuh kami turun bersama anggota ke Masjid untuk sholat Subuh berjamaah, dan sampai sekarang masih berjalan di 12 Desa di Kecamatan Sakra. Itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan sekaligus sosialisasi tentang kampung sehat ini,”ujarnya.

Suyono juga menyebutkan, Lomba Kampung Sehat jilid 2 di Kecamatan Sakra hanya diikuti oleh 3 Desa masing-masing, Desa Rumbuk Timur, Songak dan Peresak.

” Sekarang ini hanya 3 desa inilah yang mengikuti Lomba, ini semata untuk mendorong kualitas dan merubah paradigma orang tentang desa Songak khususnya,” terang Suyono.

Baca Juga

Dikatakan, selama ini Desa Songak acapkali diidentifikasi terhadap hal-hal yang negatif. ” Inilah maksud dan tujuan kita,” sambungnya.

Indikator 3 desa ini mengikuti lomba tersebut, tambah Suyono, karena di samping memiliki Potensi dan spesifikasi khusus, juga untuk menghilangkan paradigma negatif yang selama ini melekat terhadap desa Songak tersendiri.

“Kita harapkan paradigma negatif ini berubah, dan memang kondisi dan situasi masyarakat sendiri mulai berubah ke arah perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih jauh, Suyono berharap agar Lomba Sehat Jilid 2 endingnya bagus untuk Kecamatan Sakra, serta bisa menyaingi desa-desa yang lain, dan bisa menyeimbangkan diri dengan desa lain.

“Kami berharap meskipun tidak sampai juara, cukuplah sampai final saja, dengan begitu bisa menyaingi desa-desa yang maju, kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan,” tukasnya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *