Presiden Ingatkan Seluruh Pemda Tentang Penanganan Pandemi Jelang Libur Lebaran

Ir. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.co

JAKARTA – Menjelang libur hari raya, Presiden Joko Widodo ingatkan pengendalian pandemi Covid 19 di tingkatkan, selain melihat situasi pandemi dunia, pemerintah mengingatkan trend ekonomi Indonesia yang sedang menggeliat.

“Jangan kehilangan kewaspadaan jika terjadi kenaikan sekecil apapun, segera tekan kembali,“ tegas Jokowi melalui virtual meeting di Istana Negara yang diikuti seluruh Kepala Daerah se-Indonesia, Rabu, 28 April 2021.

Kenaikan angka positif cenderung terjadi pada saat libur panjang, Jokowi menegaskan kepada semua kepala daerah pentingnya pembatasan kegiatan skala mikro dan penerapan protokol kesehatan. Jokowi menyebut libur Paskah beberapa waktu lalu menaikkan angka positif hingga dua persen.

Terkait larangan mudik, sosialisasi yang terus menerus bisa menurunkan angka pemudik dari 89 juta menjadi 18,9 juta orang sehingga pengaturan dan pengendalian mudik tidak lagi seperti tahun lalu yang membuat kenaikan angka kasus hingga 98 persen.

Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian, Jokowi juga mengingatkan agar semua daerah terus melakukan vaksinasi sesuai target yang ingin dicapai. Sampai dengan 27 April, dosis vaksin yang disuntikkan baru mencapai 19 juta dosis dari target Juli mendatang 70 juta orang.

Pengendalian pandemi ini dilakukan agar tidak mengganggu perkembangan ekonomi yang makin membaik. Seperti dikatakan Jokowi, pada Januari kasus harian pernah mencapai 14 ribu dan turun menjadi 4 ribu kasus sehingga kondisi ekonomi mulai Maret dan April normal.

Baca Juga

“Artinya dengan pertumbuhan yang baik di kuartal kedua tahun ini, target pertumbuhan lima setengah persen optimis akan tercapai,“ ujar Jokowi.

Indikasi tersebut terlihat dari purchasing manager index dengan bergeraknya industri pabrik dan manufaktur sebesar 53 poin dari sebelum pandemi dia angka 51. Impor barang modal juga naik 33,7 persen yang sebelumnya negatif.

Presiden juga mengingatkan belanja APBD untuk modal segera dipercepat karena sampai Maret baru terealisasi lima persen sementara transfer anggaran pusat 182 triliun masih mengendap di bank daerah.

“Untuk Bansos dan BLT desa segera dicairkan agar perputaran uang mendorong ekonomi,“ tutup Jokowi. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *