Progres Pembangunan RTG Lotim Capai 75 Persen

  • Whatsapp
Kepala Pelaksana ( Kalak ) BPBD Lombok Timur, Purnama Hadi. / Foto : Lalu Dedi Satriawan : NTBPOS.com

LOTIM, NTBPOS.com – Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) bagi masyarakat korban gempa di Lombok Timur, telah mencapai progress 75,39%.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, H. Purnama Hadi, Kamis 29 Agustus 2019 di Selong.

Di Lombok Timur sendiri, ada 4 jenis RTG yang dibangun bagi masyarakat korban gempa yaitu, RISA (Rumah Instan Sederhana), RIKO (Rumah Instan Konvensional), RISBA (Rumah Instan Bambu), dan RIKA (Rumah Instan Kayu).

Purnama menyebut bahwa kekurangan anggaran menjadi penyebab belum tuntasnya pembangunan RTG di Lombok Timur.

Namun, Ia meyakini bahwa kekurangan anggaran tersebut akan dicairkan pada awal bulan september mendatang.

“Masalah kekurangan anggaran, ini yang masih menjadi kendala. Jumlah uang yang kami usulkan Rp. 761 Milyar. Yang sudah realisasi baru Rp. 449 M. Dan sisanya masih menunggu. Insyaallah awal september ini bisa dicairkan,” jelas Purnama.

Baca Juga

Kendala dalam pencairan dana bagi korban gempa Lombok Timur, dikarenakan masih adanya data anomali yang terdapat dalam data korban penerima bantuan RTG dari Pemerintah Pusat tersebut.

“Kendalanya adalah validasi, ada beberapa kk yang dobel. Ada juga masyarakat yang belum memiliki kartu keluarga. Jadi, tidak ada uang, kalau tidak ada kartu keluarga. Tapi, itu (data anomali,-red) sudah selesai. Tinggal kami nunggu uangnya,” tuturnya.

Sementara, untuk aplikator nakal yang tidak menyelesaikan pembangunan RTG dan membawa kabur uang yang merupakan hak bagi korban gempa tengah di proses secara hukum.

Ada 2 aplikator yang tengah diproses hukum karena meninggalkan pekerjaan RTG dan membawa kabur uang yang seharusnya digunakan untuk membangun RTG.

Akibatnya, sekitar 40 unit rumah terbengkalai akibat ulah aplikator nakal tersebut.

“Itu sudah masuk ke ranah hukum. Yang paling utama berhak melaporkannya adalah pokmas itu sendiri,” tegas Purnama.

Untuk menghindari ulah dari oknum aplikator nakal, BPBD pun memberlakukan pembayaran Dua tahap dalam pembangunan RTG. Pembayaran 50% dilakukan saat progres pembangunan sudah mencapai 40%, dan pembayaran selanjutnya setelah pembangunan RTG mencapai 100%.

” Berdasarkan pengalaman yang ada, sistem pembayaran sekarang tidak ada yang namanya uang muka. Uang itu kami bayarkan kepada aplikator, apabila sudah berprogres 40% dan 100%.” Paparnya. [] NP- Ded

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *