Protes Galian C Bilok Petung, Oasistala Ancam Duduki Kantor Bupati Lotim

  • Whatsapp
Tambang Galian C Bilok Petung, Kecamatan Sembalun./ Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Pecinta Alam (Oasistala) Lombok Timur (Lotim) mengancam akan melakukan aksi berhari hari di depan kantor Bupati Lotim sampai ada jawaban terkait aktivitas galian C Bilok Petung yang diduga ilegal.

Sebelumnya, beberapa aliansi dan LSM melalukan aksi terkait keberadaan tambang tersebut. Di samping tidak memiliki izin, aktivitas armada milik perusahaan yang mengangkut material tambang membuat kerusakan dibeberapa ruas jalan, namun hingga kini pemerintah masih saja bungkam.

Permasalahan Galian C Bilok Petung tidak bersifat rahasia lagi, melainkan permasalahan ini menjadi perbincangan publik karena Pemerintah Daerah dan APH tidak kuasa berbuat banyak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Padahal, Pemda sudah mengakui kerugian ratusan juta per bulan akibat tidak adanya retribusi maupun pajak dari perusahaan pemilik tambang yang juga memberikan dampak kerusakan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, Oasistala akan menduduki Kantor Bupti Lotim dengan masa tidak sedikit, sampai ada jawaban mengenai legalitas Galian C itu. Hal tersebut di ungkapkan Ketua umum Oasistala, Ikhwan saat dihubungi NTBPOS, Minggu, 15 Agustus 2021.

“Selama ini kami pantau sikap Pemda dan APH dari aksi pertama sampai saat ini. Namun sampai saat ini tidak ada kabar burung mengenai penyelesaian permasalahan itu,“ katanya.

Baca Juga

Pihaknya akan terus mendesak Pemda dan APH mengusut tuntas Galian C di Bilok Petung melalui aksi nanti. Direncanakan massa aksi akan bermukim di area kantor Bupati sampai ada kejelasan.

Selain itu, Ia juga menduga bahwa perusahaan tersebut ada beking kuat dari belakang, sehingga aktivitas penambangan dilakukan secara terang-terangan.

Bahkan perusahaan tersebut juga berani menggusur lahan perkebunan warga seperti,  pohon mente, kelapa dan mangga yang di tanam puluhan tahun sebagai tanaman penyambung hidup petani tersebut.

“Pasti ada yang beking. Pertanyaan besar kami, siapa orang-orang di balik semua ini yang memuluskan aktivitas galian C itu,“ tandasnya. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *