Randis dan Motor Dibakar, Direktur Selaparang Televisi Merasa Diteror

Kondisi Sepeda Motor Pribadi L. Saparudin Aldi, Direktur Selaparang Televisi, Yang Dibakar Orang Tidak Dikenal. / Foto : Suandi Yusuf

LOMBOK TIMUR – Peristiwa pembakaran 1 unit mobil dinas dan 1 unit sepeda motor pribadi, milik salah satu pimpinan media tv lokal, LPP Selaparang TV, di Lombok Timur, terjadi di Desa Lenak, Kecamatan Lenek, pada Rabu dini hari, 10 Februari 2021, sekitar pukul 02.00 Wita, usai perayaan malam puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021.

Kejadian yang menimpa Direktur Selaparang Televisi (Selvi) Lombok Timur,  L. Saparudin Aldi, diduga merupakan sebuah teror karena mobil dinas dan sepeda motor yang terparkir di halaman rumahnya dibakar orang tak dikenal.

Dihubungi NTBPOS, mengonfirmasi kejadian tersebut, Lalu Saparudin mengaku bahwa kejadian yang menimpanya itu merupakan suatu tindakan teror yang sejauh ini belum diketahui motifnya.

“Sebelum kejadian itu, sebelum jam 12 saya ngobrol dengan mantan Kepala Desa Lenek, setelah itu, saya masuk untuk melanjutkan pekerjaan, sekitar jam 02.00 saya mendengar suara sepeda motor dengan kecepatan tinggi, seperti membelah genangan air dijalan, namun saya belum menaruh curiga,“ katanya kepada NTBPOS, Rabu, 10 Februari 2021.

Setelah beberapa menit, lanjutnya, ia mendengar suara ledakan sebanyak 2 kali dan langsung keluar rumah, ternyata mobil dinas dan sepeda motor miliknya yang berjarak sekitar 4 meter sudah terbakar.

“Saya curiga, pelaku menggunakan bensin untuk membakar karena saat saya keluar, kobaran api di sepeda motor itu sudah cukup besar, begitu juga dengan mobil itu, pelaku menggunakan bensin dan bekas tray telur yang saya temukan di bawah mobil bagian depan yang terbakar. Alhamdulillah, dengan bantuan warga sekitar, api bisa dipadamkan,“ tuturnya.

Baca Juga

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa, perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab itu, dianggap sebagai
teror kepada dirinya pribadi, keluarga dan jabatannya saat ini sebagai pimpinan sebuah perusahaan media di Lombok Timur.

“Saya sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Lombok Timur karena mobil itu merupakan aset negara, dan saat introgasi saya sudah memberikan keterangan terkait apa yang menimpa diri saya dan keluarga saya sebelumnya, semoga itu bisa membantu aparat dalam menelusuri siapa orang dibalik teror ini,“ katanya.

Pria yang akrab dipanggil apeng itu juga menegaskan, saat ini dirinya telah dihubungi oleh beberapa media nasional dan akan memblow-up kasus tersebut agar menjadi atensi pihak terkait.

“Kita akan lihat dan pantau perkembangan kasus ini, jika tidak bisa diungkap, saya akan menghadap ke Kapolda langsung,“ jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lombok Timur, AKP Daniel P. Simangunsong membenarkan kejadian tersebut dan sudah menerima laporan dari korban.

“Bagian Reskrim sudah menerima laporan itu dan akan kami proses,“ ucapnya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *