Satpol PP Amankan Ratusan Botol Miras di Keruak

  • Whatsapp
Anggota Satpol PP Lombok Timur Saat Menggelar Razia Miras. / Foto: Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.CO – Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama TNI, Polri dan Kejaksaan menggelar operasi yustisi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada 27 Maret 2021 kemarin. Sebanyak 457 botol minuman keras (Miras) berhasil di amankan.

“Berdasarkan laporan masyarakat, kami lakukan penggeledahan berbagai tempat pengepul miras yang sudah kita targetkan,“ kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Undang-undang Satpol PP Sunrianto, Senin 29 Maret 2021.

Lanjutnya, Jika sebelumnya tim menyita miras di Lungkak dan Ekas, kini tim kembali mengamankan 30 botol bir bintang, 52  botol tuak isi 1,5 liter dan 113 botol brem isi 0,5 liter di Buhlawang Barat Desa Keruak.

Selain itu, sekitaran pasar Keruak kembali ditemukan 17 botol jenis tuak isi 1,5 liter dan 60 botol tuak isi 1,5 liter dan 1 botol brem isi 1,5 liter ditemukan di warung lapak dermaga Tanjung Luar.

Ia mengakui, selama operasi yustisi ini paling banyak ditemukan Barang Bukti (BB), sebelumnya pada tujuh kecamatan bagian utara tidak sebanyak itu.

“Sudah lama tidak menyentuh masyarakat Lotim bagian selatan ini, tidak disangka BB sebanyak ini,“ tutur Sunrianto.

Baca Juga

Berdasarkan Perda No 8 tahun 2002 tentang peredaran miras. Semua pemilik warung terdapat BB akan dipanggil untuk tindak lanjut oleh penyidik.

“Sunrianto menyadari pengalaman sebelumnya, pelaku usaha miras ini proses hukumnya Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Sehingga dipersidangan mereka di denda 200 ribu, bahkan ada juga sampai tiga kali tertangkap dan denda ringan juga,“ ungkapnya.

Menurutnya, kasus pengepul miras tersebut keuntungannya lebih besar dari pada denda yang diberikan. Sehingga tidak ada efek jera dan peredaran miras di Lotim tidak akan selesai karena masuk pidana ringan.

“Saya hawatir, kondisi ekonomi masa pandemi ini menjadi peluang bagi mereka menjual kembali,“ jelasnya.

“Dirinya berharap, penjual miras ini, tuntutan diberikan sesuai undang-undang, minimal tiga bulan kurungan serta denda 5 juta. Jika tidak, saya pesimis jika diberikan tuntutan di bawah aturan undang undang,“ tandasnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan gencar melakukan razia, terlebih lagi menjelang masuknya bulan Ramadhan. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *