Satpol PP dan Polsek Selong Amankan  Petasan Ledakan Tinggi

Sunrianto, Kabid Penegakan Undang undang (Masker Ijo), AIPDA Muh. Sobari, SH, Kanit Binmas (kiri) Bersama Anggota Saat Gelar Perkara Barang Bukti di Halaman Polsek Selong. / Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polsek Kota Selong gelar razia gabungan petasan di Pasar Terminal Selong, Kamis, 22 April 2021.

Dari pantauan NTBPOS, petugas mengamankan petasan berbagai merek dan ukuran yang diduga memiliki daya ledak tinggi dari pengepul berinisial A (57) Kecamatan Masbagik, dan AR (23) Kecamatan Jonggat.

Kepala Satuan Pol PP melalui Kepala Bidang Penegakan Undang-undang, Sunrianto, mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilakukan bersama Polsek setempat, dengan tujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

“Sesuai Perda Bab III dan IV, kita menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Apalagi saat ini bulan Suci Ramadhan, jangan sampai masyarakat terganggu karena bunyi petasan ini,“ jelasnya.

Lanjutnya, di dalam Perda juga sudah diatur tentang, badan usaha dilarang memproduksi, menyimpan, menjual dan membunyikan petasan tanpa izin Bupati atau pejabat terkait.

“Saya berharap, bagi masyarakat sekiranya mengetahui tentang peredaran petasan ini untuk melapor ke pihak yang berwajib,“katanya.

Baca Juga

Sementara itu, Kapolsek Selong melalui Kanit Binmas, Aipda Muh. Sobari, mengatakan, walapun tidak ada laporan dari masyarakat kami tetap lakukan razia rutin ini untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat.

“Karena petasan ini konflik horizontal di kalangan masyarakat, untuk itu bagi pemilik barang bukti ini kami akan panggil untuk diberikan pengertian terkait larangan dalam undang-undang peredaran petasan di Lotim,“ ungkapnya.

Sementara Barang Bukti (BB) yang ada dibawa ke Polsek Selong. Jika ada pedagang yang merasa keberatan silahkan datang ke Polsek. np

Berikut Videonya :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *