Sebanyak 17 OPD di Lotim Menjadi Sampel Pemeriksaan BPK

Drs. H. M. Sukiman Azmy (tengah) Saat Memimpin Rapat Terbatas./ Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy mengingatkan agar mengoptimalkan pengawasan internal, berdasarkan hasil uji petik pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan tahun 2020.

Hal itu dikatakan Bupati pada rapat terbatas yang berlangsung di ruang rapatnya dengan menghadirkan 17 OPD yang menjadi sampel pemeriksaan BPK, Jum’at, 23 April 2021.

“Sebanyak 24 catatan temuan BPK itu sama kualitasnya dengan temuan tahun sebelumnya dan telah pula diklarifikasi oleh masing-masing OPD. Semoga ke depan temuan-temuan serupa tidak terulang kembali,“ pesannya.

Sukiman juga meminta Inspektorat mempelajari kembali seluruh temuan dan memberikan pemahaman kepada seluruh OPD.

“Saya minta kepada OPD yang tidak menjadi sampel tahun ini agar ditekankan sehingga tidak akan terulang temuan serupa. Sebab temuan-temuan tersebut sudah pula terjadi di tahun-tahun sebelumnya,“ tegasnya.

Mantan Dandim 16/15 Lotim itu juga mengulas 24 catatan BPK seperti penatausahaan retribusi pengendalian  menara telekomunikasi, kelebihan pembayaran intensif pajak dan retribusi, pengelolaan aset, laporan pengelolaan bansos, hingga kelebihan pembayaran gaji dan tunjangan ASN serta PAD yang terlambat disetorkan ke kas daerah.

Baca Juga

Selain membahas temuan BPK, Bupati kembali memberikan tenggat waktu kepada pejabat yang belum menyampaikan Laporan Harta Kekayan Penyelenggara Negara (LHKPN) paling lambat 1 Mei 2021.

Berdasarkan laporan Inspektur sesuai hasil rapat koordinasi dengan KPK beberapa waktu lalu, masih ada pejabat Lombok Timur yang belum menyampaikan LHKPNnya.

Bupati menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang belum menyampaikan LHKPN sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *