Surat Terbuka Mahasiswa Untuk Gubernur NTB Menolak Beasiswa Luar Negeri

Mahasiswa NTB didalam negeri . / Foto : Istimewa

Assalamualaikum Pak Gub. Mudah-mudahan bapak sehat dan semangat dalam menjalankan tugas keseharian. Sebentar lagi genap setahun bapak memimpin NTB. Dengan visi-misi NTB Gemilang.

Saya adalah salah satu putra daerah NTB yang saat ini sedang menimba ilmu di Pulau Jawa. Dan ada ribuan putra putri daerah NTB yang seperti saya. Saya mengikuti perkembangan NTB dari media sosial dan media online. Dari sana saya tahu berbagai program NTB Gemilang.

Salah satu program yang saya baca adalah Beasiswa Mahasiswa NTB. Dikhususkan beasiswa S2 keluar negeri. Beberapa senior saya yang sedang S2 di Pulau Jawa merasa diperlakukan sebagai anak tiri. Tapi saya ambil sisi positifnya. Siapa tahu setelah saya selesaikan S1 nanti saya bisa melamar beasiswa S2 luar negeri itu. Kemarahan para senior juga agak mereda karena tahu bahwa BEASISWA ITU TIDAK MEMAKAI APBD NTB

Saya mendengar beasiswa luar negeri itu menggunakan dana CSR dan sumbangan. Saya tidak tahu darimana dana CSR itu karena tidak pernah saya baca di media.

Baru-baru ini saya membaca di media bahwa beasiswa luar negeri itu diusulkan pakai APBD Provinsi NTB. Saya membagi link berita itu dan mulailah ramai diskusi. Dana APBD itu adalah uang rakyat NTB. Dan ketika memakai dana itu tentu Pak Gubernur tak bisa seenaknya.

Memberikan beasiswa khusus untuk yang kuliah keluar negeri pakai APBD saya rasa sudah kelewatan. Ini seolah-olah menganggap kami para putra putri daerah NTB yang sedang kuliah di dalam negeri tidak penting. Bahwa kami semua dianggap mampu membiayai diri. Padahal banyak kawan saya yang berprestasi tapi kurang mampu terpaksa bekerja serabutan. Sementara yang dapat beasiswa itu banyak juga dari keluarga mampu. Bahkan ada yang berstatus dosen, PNS. Saya dengar juga dosen dari kampus yang dimiliki bapak sendiri dapat beasiswa itu.

Baca Juga

Pak Gubernur yang terhormat, apakah kami para mahasiswa NTB yang kuliah di dalam negeri ini tidak boleh menerima beasiswa. Apakah beasiswa dari APBD NTB hanya boleh bagi yang mau kuliah keluar negeri. Saya tidak mengerti aturan tapi dari berbagai diskusi di grup saya tahu bahwa sebenarnya Pendidikan Tinggi BUKAN KEWENANGAN Provinsi.

Pak Gubernur yang saya hormati, dana Rp 40 miliar yang akan dibagi-bagikan ke MAHASISWA KHUSUS LUAR NEGERI itu bukan jumlah yang sedikit. Jika saja uang itu diberikan beasiswa kepada mahasiswa NTB di dalam negeri ada ribuan mahasiswa yang bisa mengenyam bangku kuliah. Tidak perlu membiayai seluruh biaya hidup kami. Cukup membantu SPP saja dan bantuan dana untuk penelitian skripsi. Tentu juga untuk penelitian tesis. Syaratnya penelitian itu dilakukan di NTB.

Sungguh enak ya ANAK ISTIMEWA Pak Gubernur. Kuliah keluar negeri. Biaya kuliah ditanggung. Biaya hidup ditanggung. Banyak dapat bonus jalan-jalan. Beberapa yang saya lihat di medsos, lebih banyak posting jalan-jalan ketimbang aktivitas kuliah mereka.

Jangan-jangan mereka malu memposting kampusnya. Kabarnya kampus tempat mereka kuliah itu bukannya kampus terbaik di negara itu. Termasuk yang heboh di Korea Selatan saat ini. Kampus di Korea itu bukan kampus bergengsi. Semakin miris karena saya baca di media mereka terlantar.

Pak Gubernur yang saya hormati, saya tidak menolak beasiswa keluar negeri. Saya mendukung. Tapi ketika menggunakan APBD NTB, saya dengan tegas menolak. Menolak hanya diberikan kepada mahasiswa luar negeri. Dana APBD itu milik rakyat. Orang tua saya yang petani tembakau bayar pajak. Orang tua mahasiswa NTB yang kuliah di Indonesia bayar pajak. Kami juga berhak untuk mendapatkan beasiswa itu.

Kepada para sahabat mahasiswa NTB dimana pun berada, mari kita rapatkan barisan menuntut :

  1. Menolak APBD Rp 40 miliar dikhususkan untuk             mahasiswa luar negeri
  2. Menuntut agar dana beasiswa dari APBD NTB               digunakan untuk kepentingan mahasiswa NTB           dimanapun kuliah.

TTD

MAHASISWA NTB DALAM NEGERI

 

Penulis adalah Hasan Gauk, Alumni Mahasiswa Yogyakarta

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 comments