Tak Mau Diintervensi, Kadis Dikbud Lotim Tegaskan Mutasi Kepsek Harus Sesuai Prosedur

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Muh. Zainuddin / Foto : Ded : NTBPOS.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com – Mutasi Kepala Sekolah di Lombok Timur, mendapat kritikan dari Korcam Sukma di salah satu portal berita nasional. Dalam media online tersebut, dimuat pernyataan Korcam Sukma yang memprotes tidak terakomodirnya ASN yang diajukan Korcam sebagai Kepala Sekolah.

Mendapat kritik tersebut, Kadis Dikbud Lotim, H. Zainuddin, menegaskan bahwa mutasi Kepala Sekolah yang dilakukannya, tidak terpengaruh dengan siapapun dan tetap dengan regulasi yang ada.

Mutasi Kepala Sekolah SD dan SMP di lingkup Pemda Lotim, telah dilakukan sesuai dengan aturan yang ada.

H. Zainuddin menegaskan, bahwa saat ini dirinya berfokus untuk membenahi pendidikan di Lombok Timur. Ia pun terbuka menerima siapapun yang siap bersama-sama ikhtiar untuk memajukan pendidikan di Lombok Timur.

“Tugas saya saat ini adalah mensukseskan dunia pendidikan di Lombok Timur. Timses Sukma, ya mensuksekan Sukma. Timses Fiddin, ya mensukseskan Fiddin,” tegas Zainuddin kepada wartawan, Senin, 9 September 2019 di Kantornya.

“Nah, sekarang ini mereka adalah masyarakat Lombok Timur. Yang harus saya benahi itu, Dikbud. Siapapun dia, kalau siap membangun Dikbud, silahkan. Wellcome,” lanjutnya.

Baca Juga

Lebih lanjut, Zainuddin menuturkan bahwa pengangkatan Kepala Sekolah harus melalui mekanisme. Seperti yang termaktub dalam Permendikbud No. 6 thn 2018.

Mekanisme pertama adalah dengan melakukan seleksi CaKap (Calon Kepala Sekolah), dan Peningkatan kapasatitas Kepala Sekolah, untuk mendapatkan sertifikat LP2KS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah).

“Langsung kita daftar sebagai peserta penguatan (Kepala Sekolah,red). Untuk mendapat sertifikat. Sertifikat bisa didapat lewat seleksi Cakap dan diklat penguatan Kepala Sekolah,” terangnya.

Adapun jumlah kepala sekolah yang telah dilantik adalah sebanyak 154 Kepala Sekolah SD. Serta 48 orang Kepala Sekolah SMP. Namun, dari pelantikan tersebut, ada 15 orang Kepsek SMP, dan 45 Kepsek SD, yang dilantik kembali.

Perekrutan tidak menggunakan seleksi Cakap, akan tetapi dengan melakukan rotasi tempat tugas. Hal ini menjadi salah satu upaya Dikbud Lotim dalam mensiasati minimnya anggaran.

“Untuk memperbaharui di tempat yang sama, perlu dilakukan uji kompetensi. Kita tidak ada dana untuk uji kompetensi ini. Maka, lebih baik kita mutasi mereka,” tutupnya. [] Ded

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *