Tambang Tak Ada Ijin, KMI Desak Camat Usir PT JMK Keluar Wera

Wakapolres Bima Kota, Kompol Syafrudin Saat dilokasi menenangkan Massa.

NTBPOS.CO.ID – Massa aksi yang tergabung dalam Kesatria Muda Indonesia (KMI) melakukan aksi unjuk rasa depan Kantor Camat Wera dan pertigaan jalan lintas Wera – Bima depan kantor Polsek Wera Kabupaten Bima. Minggu, 17 November 2019.

Massa aksi meminta kepada pemerintah kecamatan untuk meminta kejelasan terkait ijin eksplorasi tambang pasir besi oleh PT. Jagat Mahesa Karya (JMK) dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima untuk menindak lanjutinya.

“Bapak Camat Wera H. Ridwan, harus mengeluarkan/menyegel PT. JMK dari wilayah Kecamatan Wera. Kehadiran kami disini menuntut hak kami sebagai warga Negara Indonesia yang lahir, besar dan tinggal Kecamatan Wera agar semestinya Camat Wera bisa segera menghentikan Kegiatan JMK” teriak Korlap.

Menurutnya, PT JMK tidak pernah memberikan Kontribusi rill terhadap masyarakat kecamatan Wera, ini adalah tindakan Diskriminasi oleh PT JMK terhadap masyarakat Wera.

“Camat seharusnya mampu menjaga kekayaan Wera dan tidak boleh diam melihat pembodohan yang dilakukan oleh PT. JMK dan PT tersebut harus angkat kaki di Wilayah Kecamatan Wera sebab kami tidak mau Kecamatan Wera hancur”, tegasnya.

Sementara itu, Camat Wera H. Ridwan, yang menanggapi langsung tuntutan masa aksi, mengatakan selama menjabat sebagai Camat Wera tidak pernah berkomunikasi dengan pihak PT. JMK dan tidak pernah mendukung dan menandatangani surat perijinan serta surat perpanjangan pengoperasian PT. trsebut.

Baca Juga

“Selama saya menjabat sebagai Camat, tidak pernah menerima, menandatabgani perijinan apalagi berkomunikasi dengan pihak PT. JMK”. Ungkap Camat.

Mahyudin menilai pernyataan Camat itu aneh dan tidak punya nyali dalam menyelesaikan hal seperti itu.

“Camat wera sama sekali tidak pernah melakukan cek dan ricek, memanggil PT. JMK untuk menanyakan perpanjangan ijin, COMDEV, dan kontribusi yang diberikan oleh PT. JMK Terhadap masyarakat Wera”. Cetus Mahyudin.

Kemudian, Wakapolres Bima Kota Kompol Syafruddin yang hadir langsung mengawal dan mengamankan aksi tersebut mengharapkan kepada seluruh masa aksi untuk tidak melakukan penutupan jalan karena dianggap mengganggu aktifitas masyarakat Wera.

“Saya harap, silahkan melakukan demonstrasi karena itu hak konstitusional seluruh warga masyarakat Indonesia. Tetapi jangan menutup jalan, kasian masyarakat dan keluarga kita semua yang melintasi jalan ini,” ujar Wakapolres.

Akhirnya masa aksi membuka jalan yang mereka tutup namun tetap melanjutkan orasi mereka. Pantauan media ini, unjuk rasa berlangsung damai hingga selesai.[]Hrm

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *