Tenaga Honorer Lotim Terlibat Kasus Akan Dipecat Jika Terbukti Bersalah

  • Whatsapp
Salmun Rahman, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Lombok Timur./ Foto : Suandi Yusuf/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Mencuatnya berita soal dugaan keterlibatan 2 orang tenaga honorer Kabupaten Lombok Timur dalam jaringan pencurian sepeda motor sistem tebus yang ditangkap tim Puma Polres Lotim, mendapat tanggapan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur, Salmun Rahman.

Salmun yang ditemui NTBPOS diruangannya mengaku sudah mengetahui kejadian yang melibatkan 2 orang tenaga honorer tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan OPD terkait yang disebut oleh kedua terduga pelaku sebagai tempatnya bekerja.

“Begitu dapat informasi, saya langsung melakukan koordinasi dengan kedua OPD yang disebut untuk mengecek kebenaran atas pengakuan kedua terduga pelaku tersebut,“ katanya, Rabu 16 Juni 2021.

Ia juga menegaskan akan mengusulkan untuk dipecat jika oknum tersebut nantinya terbukti bersalah dan dinyatakan sebagai terdakwa oleh lembaga berwenang.

“Mereka kan diangkat oleh Bupati, berarti harus diberhentikan oleh Bupati jika sudah ditahan dan menjadi terdakwa sesuai dengan petikan kalimat di poin 3 dalam Surat Perintah Kerja (SPK),“ tegasnya.

Diakui Salmun bahwa, data kedua terduga pelaku BS (30) dan MSNR (30) yang beralamat Keruak tersebut, tercatat di Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata.

Baca Juga

“Keduanya tercatat sebagai tenaga honorer kategori SPK dengan masa kerja dibawah 5 tahun,“ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok, Marhaban membenarkan bahwa terduga pelaku BS yang diamankan Polres Lotim merupakan pegawai honorer di Dinas PUPR.

“Untuk langkah selanjutnya kita tunggu hasil dari kepolisian dan dibutuhkan pembuktian, kalau terbukti, baru kita ambil langkah selanjutnya,“ jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Mugni, dirinya juga mengakui bahwa atas nama MSNR yang ditangkap merupakan tenaga honorer Dispar bidang pemasaran.

“Terkait langkah yang akan diambil terhadap MSNR, kita koordinasikan dengan BKPSDM setelah ada informasi resmi dari APH tentang keterlibatannya berdasarkan hasil pemeriksaan aparat,“ katanya. np

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *