Tidak Ada Anggaran, Program JPS Bersatu Loteng Dihentikan

Baiq Sri Hastuti Handayani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah. / Foto : Shalafuddin Rahman/np

LOMBOK TENGAH – Dampak wabah pandemi Covid-19 masih terus dirasakan masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan masih berlangsung hingga tahun 2021, tanpa kejelasan kapan akan berakhir.

Sebelumnya, pemerintah mensiasati dampak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 tersebut dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Hanya saja, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Tengah, tahun ini memastikan tidak melanjutkan penyaluran program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bersatu karena tidak ada anggaran.

Kepala Dinas Sosial (Disos) Loteng, Hj. Baiq Sri Hastuti Handayani, mengatakan, tahun ini pemerintah hanya menyalurkan bantuan program reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Artinya, masyarakat terdampak Covid-19 yang sebelumnya mendapatkan program JPS Bersatu, tahun ini tidak bisa lagi mengandalkan bantuan Pemda tersebut.

“Kondisinya memang seperti ini. Dulu bantuan sosial ini kita bagi rata, yang sudah dapat PKH dan BPNT tidak bisa dapat bantuan JPS,“ ujarnya.

Baca Juga

Ia juga menjelaskan, jumlah warga penerima program JPS Bersatu di Loteng pada tahun 2020 lalu sebanyak 10 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan pihaknya menyatakan, proses penyalurannya telah tuntas 100 persen.

Sedangkan besaran program JPS yang diterima per KPM mencapai Rp 600 ribu.  Bahkan selain program JPS bersatu, penyaluran JPS Gemilang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB juga tidak dilanjutkan tahun ini.

“Tidak adanya penyaluran ini akibat pandemi Covid-19 sedang dalam tahap pemulihan. Jadi, nantinya Pemprov NTB akan menyiapkan skema bantuan sosial lain bagi masyarakat,“ tandasnya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *