TNI-Polri di Loteng Jalani Vaksinasi Tahap Pertama

  • Whatsapp
Salah Satu Anggota Polres Lombok Tengah Saat Menjalani Vaksinasi. / Foto : Shalafuddin Rahman/www.ntbpos.co

LOMBOK TENGAH – Untuk mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), sebanyak 336 personil Polres Loteng menjalani vaksinasi tahap pertama. Dimana, kegiatan vaksinasi tahap pertama tersebut dilaksanakan di Aula Polres Loteng, Senin 8 Maret 2021 kemarin.

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, mengatakan, sebagai garda terdepan dalam penanganan dan pengendalian Covid-19, personil Polres Loteng harus divaksin untuk tingkatkan kekebalan tubuh.

“Sebelum divaksin, personil yang ditunjuk harus melewati tahap pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu oleh petugas medis Urusan Kesehatan (Urkes),” katanya.

Dijelaskannya, pelaksanaan vaksinasi untuk personil akan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama sebanyak 110 personil, tahap kedua sebanyak 100 personil dan tahap ketiga sebanyak 126 personil.

“Kegiatan vaksinasi ini kita bagi menjadi tiga tahap. Jadi untuk tahapannya mulai dilaksanakan hari Senin kemarin hingga Rabu 10 Maret 2021 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi kepada seluruh prajurit sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menangani serta mengantisipasi panyebaran Covid-19.

Baca Juga

Selain itu juga, hal ini merupakan komitmen Kodim 1620/Loteng untuk menjadi tauladan bagi masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi. Dengan harapan, pelaksanaan vaksinasi ini dapat menjadi solusi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19, serta mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok dari penyebaran Covid-19.

“Prajurit Kodim 1620/Loteng sendiri mulai mengikuti vaksinasi tahap pertama di Puskesmas Praya, Selasa 9 Maret 2021,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kepada seluruh prajurit yang telah mengikuti vaksinasi agar tetap disiplin menegakan Protokol Kesehatan (Prokes) dan Memakai Masker, Mencuci Tangan serta Menjaga Jarak (3M) dimanapun dan dalam kondisi apapun.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa mendukung pelaksanaan vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan pemerintah,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kepada masyarakat luas agar tidak perlu ragu dan terpengaruh oleh informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan atau hoax, terkait vaksin. Sebab, vaksin tersebut telah dinyatakan aman dan halal.

“Sebelumnya Tenaga Kesehatan (Nakes) sudah terlebih dahulu divaksinasi. Dan sampai sekarang masih belum ada laporan yang membahayakan penerima vaksin,” tandasnya. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *