TPA Regional Kebon Kongok Dirancang Jadi Tempat Yang Asri

Wakil Gubernur NTB, Hj.Siti Rohmi Djalilah, Saat Menuju Lokasi Pembuangan Sampah Medis di Dusun Koal Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. / Foto : Muhamad Rasid/www.ntbpos.com

LOMBOK BARAT – Wakil Gubernur NTB, Hj.Siti Rohmi Djalilah berencana menata Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kebon Kongok, Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung, Lombok Barat, menjadi kawasan yang indah, hijau, asri dan menjadi lokasi yang nyaman untuk dikunjungi oleh siapapun.

Selama ini, TPA tersebut juga menjadi lokasi pembuangan sampah warga Kota Mataram dan Lombok Barat.

Hal tersebut disampaikan Wagub, saat melakukan kunjungan ke TPA Regional Kebon Kongok, didampingi Asisten I Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, dan Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ir. Madani Mukarom.

“Saya minta agar pengelolaan dan penataan  kawasan seluas 8 hektar ini segera dikoordinasikan dengan instansi terkait termasuk instansi vertical,“ katanya. Kamis, 4 Maret 2021.

Lebih jauh Wagub yang akrab disapa ummi Rohmi tersebut melihat, kecepatan penumpukan sampah dan penanganannya masih belum seimbang.

“Melihat kondisi di TPA itu, maka solusinya adalah menatanya menjadi kawasan yang asri sehingga nyaman untuk dikunjungi.  Selain itu menyelesaikan permasalahan penambang batu, jangan sampai berkonflik dengan warga setempat,“ ungkapnya.

Baca Juga

Karena itu, menurutnya, peran Pemda dan Polres Lombok Barat, harus aktif melakukan tindakan persuasif untuk mencari win-win solution agar keberadaan Kebon Kongok sebagai satu-satunya TPA Regional wilayah Nusra ini bisa lebih tertib.

Wagub juga meminta alternatif jalan lain pengangkutan sampah di luar jalur saat ini, dengan berkoordinasi bersama pihak BWS, sehingga lokasi TPA Kebon Kongok, tertib dan bersih dari aktifitas lain.

“Untuk menganggarkan pengembangan lahan TPA Kebon Kongok, tentu dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat untuk pengukuran batas wilayah TPA milik Pemprov. Selanjutnya pembentukan tim penilai (Appraisal) untuk pengadaan lahan melalui APBD,“ tandasnya.

Selain itu, Pemprov juga butuh penambahan alat berat berupa  Excavator, Bulldozer dan Dump truck sebanyak 3 unit. Untuk hal itu, perlu koordinasi dengan PUPR terkait operasional alat berat.

“Tidak hanya itu, kita juga perlu melakukan hilirisasi TPA, seperti RDF, SRF, pemilahan sampah untuk pirolisis 5 -10 ton/hari, bata plastik , pembuatan kompos dan biogas, sehingga MoU dengan PT Geo Trash dipercepat,” ucapnya.

Wagub juga meminta kajian untuk menjadikan UPTD Kebon Kongok menjadi Badan Layanan Umum Daerah  (BLUD), dengan terlebih dahulu menyiapkan tenaga yang mumpuni untuk segala kegiatan di TPA Regional Kebon Kongok.

Usai mengunjungi kebon kongok,Wagub dan rombongan kemudian mengunjungi tempat pembuangan limbah medis di Dusun Koal, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *