Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Batuyang Merusak Pemandangan

Tumpukan Sampah Dipinggir Jalan Batuyang Mencemari Sungai Dibawahnya./Foto : Unrara Angan/www.ntbpos.co

LOMBOK TIMUR – Penumpukan sampah di bibir sungai jalan poros negara Desa Batuyang Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, merusak pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap.

Berdasarkan keterangan warga berinisial AH, yang sehari-hari bekerja di sekitar lokasi pembuangan sampah mengatakan, sampah tersebut sudah sering dibersihkan oleh petugas namun sampah numpuk lagi.

“Pernah ditaruhkan pelang di tengah namun dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab,“ ucapnya.

Pejabat (Pj) Kepala Desa Batuyang, Kamaludin mengatakan, sampah ini memang menjadi persoalan, banyak cara sudah dilakukan untuk pencegahan namun tidak mempan.

“Kita taruh pelang agar tidak membuang sampah di bibir sungai itu namun di rusak. Memang kendala selama ini untuk menangani sampah itu belum ada, karena belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan armada,“ ucapnya.

Dirinya merasa, jika hanya sekedar himbauan saja tidak akan pernah bisa menghentikan masyarakat untuk buang sampah ke tempat itu.

“Kami berharap, ada bantuan dari pemerintah kabupaten untuk ikut bersinergi memberikan solusi. Persoalan ini sudah lama dan diketahui oleh Kecamatan, namun belum menemukan solusi sampai saat ini,“ ungkapnya.

Sementara itu, Camat Pringgabaya, Nasihun mengatakan, masalah sampah merupakan masalah kita bersama. Banyak sekali LSM,  guru dan masyarakat mempermasalahkan sampah ditempat tersebut.

“Pernah kita bersihkan dan ratakan tapi sekarang sampah kembali numpuk.
Padahal untuk penanganan sampah masing masing desa sebenarnya sudah di anggarkan, hampir semua desa sudah memiliki armada sampah,“ jelasnya.

Pemerintah Kecamatan sudah merencanakan, di tahun 2022 nanti akan membuat TPA tingkat kecamatan di Desa Pringgabaya Utara seluas satu hektare. Semoga Bupati menyetujui lahan tersebut.

“Kami sudah rencanakan, sampah tersebut nantinya akan dikelola untuk dijadikan pupuk dan bisa dimanfaatkan oleh petani,“ ungkapnya.

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan melalui Kepala Bidang Kebersihan, Deddy S mengatakan, jika pelayanan untuk mengatasi sampah hanya ke daerah Batuyang bisa saja, itu tidak mungkin karena armada terbatas.

“Kami minta ada kepedulian dari Pemdes untuk mengelola sampah tersebut,“ ucapnya.

Deddy tidak menyarankan Pemdes membuat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kecuali sanggup memilah sampah organik dan non organik kemudian di transfer ke TPA bekerja sama dengan DLHK.

“Jangan sampai TPS tersebut memunculkan masalah baru karena tidak di kelola dengan baik,“ jelas Deddy.

Deddy berharap Pemdes memanfaatkan sumber daya di desa tersebut untuk mengelola sampah, seperti bank sampah atau Bumdes. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *