Wagub NTB Apresiasi Rehab Rekon Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan

  • Whatsapp
Wagub NTB saat meninjau dua lokasi pembangunan sekolah di SMKN 1 Tanjung dan SMKN 1 Pemenang KLU pada Selasa, 9 Maret 2021. / Foto : Humas/www.ntbpos.co

LOMBOK UTARA – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi rehabilitasi dan rekontruksi (rehab-rekon) pembangunan 14 unit sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Lombok Utara.

Rehab rekon tersebut merupakan Proyek Program Bantuan Rekonstruksi Infrastruktur Gempa dan Tsunami (PETRA) yang dilaksanakan oleh UNDP dan didanai Republik Federal Jerman melalui bank pembangunannya, Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW).

Lebih lanjut Ummi Rohmi, sapaan akrab Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan peninjauan ke dua lokasi pembangunan sekolah di SMKN 1 Tanjung dan SMKN 1 Pemenang Kabupaten Lombok Utara pada  Selasa, 9 Maret 2021.

Peninjauan didampingi langsung oleh Asisten 1 Setda Pemprov NTB, Kepala Bappeda NTB, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya NTB.

“Saya mengamati kegiatan PETRA menjadi contoh baik terhadap pembangunan pasca bencana. Pembangunan didesain dan dikerjakan dengan sangat baik, semua dirancang sedemikian rupa sejalan dengan tujuan build back better,” papar Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Pada pelaksanaan rehab rekon ini banyak melibatkan tenaga kerja lokal yang mencapai 47 persen. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga berkomitmen akan mengawal kegiatan rehab rekon ini agar dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Baca Juga

“Saya juga mengapresiasi pihak terkait banyak melibatkan tenaga kerja lokal dalam pekerjaan rehab rekon pada 14 fasilitas kesehatan dan sekolah. Ini sangat berarti bagi kami, karena membantu meringankan beban ganda yang dirasakan oleh masyarakat NTB, yang belum pulih dari bencana gempa bumi yang saat inu sedang menghadapi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Zainudin selaku Project Koordinator PETRA NTB menjelaskan sebanyak 14 infrastruktur dibidang kesehatan dan pendidika  menjadi sasaran rehan rekon yang dibangun. Diantaranya, sebanyak empat SMK Negeri, delapan puskesmas pembantu di Kabupaten Lombok Utara. Selain di KLU, satu unit puskesmas pembantu di Lombok Barat, dan satu puskesmas di Lombok Timur.

“Jadi total gedung yang dibangun secara keseluruhan mencapai sekitar 35 bangunan di 14 lokasi yang berbeda,” kata Zainudin.

Zainudin menjelaskan bahwa prinsip rekontruksi yang dilakukan mengedepankan “build back better” atau membangun kembali dengan lebih baik. Oleh karena itu, sebelum rekontruksi dilakukan telah dilakukan kajian geologis untuk memastikan gedung yang dibangun tidak berada pada jalur patahan gempa, bahan banguinan dan struktur bangunan juga telah memenuhi standar gempa.

“Sebelum kegiatan ini dimulai, kita melakukan kajian geologis di semua lokasi untuk memastikan semua gedung ini betul-betul aman dari jalur patahan yang memungkinkan bisa bertahan kedepan,” jelasnya.

Zainudin menambahkan sebanyak 150 ribu warga di Pulau Lombok akan menerima manfaat dari rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) fasilitas pendidikan dan kesehatan ini. Pembangunan dilakukan dengan pendekatan secara inklusif untuk memastikan tidak seorangpun tertinggal.

“Perempuan menjadi bagian utama dari proyek sejak tahap awal, untuk memastikan fasilitas memenuhi kebutuhan perempuan. Akses bagi penyandang disabilitas juga akan disediakan.,” sambung Zainuddin. np

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *