Warga Miskin di Lombok Timur Ini Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Rumah Mahsun, Warga Dusun Tutuk, Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat./Foto: Suandi Yusuf / LK

NTBPOS.CO.ID – Warga Dusun Tutuk, Desa Jerowaru, Kecamatan Jeowaru, Kabupaten Lombok Timur, Mahsun, merupakan salah satu potret kemiskinan di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya, Pria dengan 3 anak ini memiliki pekerjaan yang tidak menentu dan penghasilannya pun tidak tetap.

Dengan keadaannya seperti itu, sang istri pun turut membantu suaminya dengan mencari “Sengarek” (Nasi kering-red) untuk dijual.

” Suami saya kerjanya tidak tetap, kadang jualan keliling,kadang jadi kuli bangunan, uang hasil kerjanya sekedar untuk makan sehari-hari, itupun kami masih kurang, makanya saya bantu bapak jualan sengarek keliling ke rumah-rumah warga “, kata Harni, istri Mahsun dirumahnya, Sabtu 9 November 2019.

Dalam kehidupan kesehariannya jauh dari kata layak. Apalagi, rumah yang ditempatinya pun kondisinya sangat memprihatinkan, dinding rumahnya terbuat dari bambu yang sudah tampak rapuh dengan atap asbes. Sehingga, kala hujan turun bagian dalam rumahnya menjadi becek karna air masuk lewat celah-celah bambu dinding rumahnya.

” Anak kami tidak mampu melanjutkan sekolah karna tidak ada transportasi kesana, jarak sekolahnya jauh dari sini, Listrik aja kami masih nyantol sama tetangga dan itupun karna dia kasihan sama kami makanya tidak pernah minta biaya untuk beli pulsa listrik,” tambah Harni dengan nada sedih.

Keberadaannya, seolah-olah tidak diakui oleh pemerintah. Sebab namanya tidak pernah masuk sekalipun dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Apalagi, program bedah rumah yang sudah bertahun-tahun dilakukan pemerintah.

Baca Juga

Sementara itu, Kepala Desa Jerowaru melalui Sekretaris Desa (Sekdes) dikonfirmasi membenarkan kalau warganya tersebut memang tidak mampu, rumahnya cukup memprihatikan dan belum dapat bantuan dari program pemerintah.

” Kami sudah kroscek kondisi rumah Mahsun dan sudah berkomunikasi dengan beliau, Kami dari pemerintah Desa juga sangat prihatin dengan kondisinya, kami baru tau beberapa bulan yang lalu dan langsung kami periksa, dan saat ini kami sedang melakukan upgrade data BDT di tingkat dusun ” Ungkap Wildan Jaohari, Sekdes muda yang hobi blusukan.

Pihak pemerintah Desa sedang membantu proses kelengkapan Administrasi Kependudukannya karena Warga tersebut diketahui baru pindah.

” Keluarga ini baru pindah kesini baru 2 tahun, KK dan KTPnya juga belum ada, itu yang menjadi kendala kenapa dia tidak dapat bantuan, karna ada masalah di KK nya yang dulu, maka butuh waktu untuk penerbitan KK baru untuk keluarga ini”. Tambah Uil.

Dia memastikan kalau Dokumen kependudukannya sudah terbit, akan diusulkan sebagai penerima manfaat bantuan dari Pemerintah.

” Insya Allah kalau sudah ada KK, KTP pun bisa diterbitkan, kalau sudah begitu maka kedepan bisa masuk datanya untuk diusulkan menjadi penerima penerima manfaat bantuan dari pemerintah. ” Kata Sekdes setempat. [] NP-LK

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *