Business

Sentimen Pasar AI Kembali Bergairah: Kinerja Micron Dorong Kebangkitan Saham Nvidia

Perdagangan saham pada hari Kamis dibuka dengan optimisme baru bagi sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Saham Nvidia (NVDA) terpantau menguat 1,3% ke level $173,11 pada awal sesi perdagangan, membalikkan tren negatif yang sempat terjadi sehari sebelumnya. Momentum positif ini tidak hanya dirasakan oleh Nvidia; indeks acuan S&P 500 turut naik 0,8%, sementara pemain cip lainnya seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan Broadcom juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 1,6% dan 1,1% di pasar pra-pembukaan.

Pemicu utama perubahan sentimen ini adalah laporan keuangan yang solid dari Micron Technology. Lonjakan saham Micron yang mencapai lebih dari 10% berhasil menepis keraguan pasar mengenai keberlanjutan investasi di sektor AI, yang belakangan ini menjadi topik sensitif di kalangan investor.

Dinamika Pasar: Antara Kekhawatiran Oracle dan Optimisme Micron

Volatilitas sempat mengguncang pasar pada hari Rabu ketika saham Nvidia anjlok 3,8%. Penurunan ini dipicu oleh laporan yang menyebutkan bahwa raksasa komputasi awan, Oracle, mengalami kendala pendanaan untuk proyek pusat data senilai $10 miliar. Meskipun Oracle segera mengklarifikasi bahwa proyek tersebut tetap berjalan sesuai rencana, kepanikan sesaat sempat membuat saham-saham berbasis AI tertekan.

Namun, situasi berbalik cepat setelah penutupan pasar hari Rabu. Micron merilis laporan kinerja yang melampaui ekspektasi, menegaskan bahwa permintaan pusat data (data center) masih sangat kuat, terutama untuk memori dan penyimpanan berkapasitas tinggi.

David Morrison, analis pasar dari Trade Nation, mencatat bahwa kabar dari Micron menjadi penyeimbang yang krusial. Menurutnya, berita ini berhasil menstabilkan harga saham Nvidia, Oracle, dan Broadcom—tiga perusahaan yang sebelumnya terpukul akibat ketakutan bahwa tren perdagangan AI mulai meredup.

Tantangan Pasokan Cip Memori HBM

Dalam ekosistem perangkat keras AI, cip memori memegang peranan yang semakin sentral. Secara khusus, jenis high-bandwidth memory (HBM) menjadi komponen wajib bagi prosesor mutakhir, termasuk seri terbaru dari Nvidia. Tantangan terbesar industri saat ini bukanlah pada permintaan, melainkan pada kemampuan pasokan untuk mengimbanginya.

CEO Micron, Sanjay Mehrotra, dalam pemaparan kinerjanya memberikan sinyal yang jelas mengenai kondisi pasar. Ia meyakini bahwa pasokan industri secara agregat akan tetap jauh di bawah permintaan untuk masa mendatang yang dapat diprediksi. Kekurangan pasokan ini justru mengindikasikan betapa tingginya kebutuhan pasar akan infrastruktur AI.

Investasi Infrastruktur dan Keyakinan Investor Kelas Kakap

Bukti bahwa “demam” AI belum berakhir juga terlihat dari pergerakan modal di lapangan. Atlas Cloud AI, sebuah perusahaan rintisan, mengumumkan rencana penyebaran 2.304 unit GPU Nvidia Blackwell di California. Bermitra dengan penyedia pusat data NewYork GreenCloud, investasi awal senilai $250 juta ini hanyalah langkah pembuka dari rencana besar senilai $6 miliar untuk membangun situs komputasi AI di seluruh Amerika Utara.

Di sisi lain, keyakinan institusional terhadap Nvidia terus menguat. Investor aktivis Dan Loeb melalui perusahaannya, Third Point LLC, dilaporkan telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di Nvidia. Berdasarkan dokumen 13F terbaru, Third Point menambah posisinya sebesar 2% pada kuartal ketiga 2025, menjadikan total kepemilikannya naik dari 2,8 juta menjadi 2,85 juta lembar saham. Langkah ini melanjutkan tren akumulasi yang telah dimulai sejak kuartal pertama tahun tersebut.

Kinerja Keuangan dan Pandangan Analis

Secara fundamental, Nvidia terus menunjukkan performa yang impresif. Pada laporan kuartal ketiga lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar $57,0 miliar, melonjak 62% secara tahunan (year-over-year), melampaui konsensus pasar yang berada di angka $54,88 miliar. Laba per saham pun tercatat sebesar $1,30, lebih tinggi dari estimasi analis.

Manajemen Nvidia bahkan memberikan panduan pendapatan kuartal keempat yang optimis di kisaran $63,70 miliar hingga $66,30 miliar, jauh di atas perkiraan analis sebesar $61,48 miliar. Permintaan untuk cip AI terbaru mereka terus mengalami akselerasi, yang berpotensi mendorong total pendapatan platform Blackwell dan Rubin melampaui target $500 miliar hingga tahun 2026.

Merespons data tersebut, Dan Ives, analis dari Wedbush Securities, menyebut laporan ini sebagai momen validasi besar dari “Godfather AI”, Jensen Huang. Ia menegaskan bahwa ledakan AI masih berada di tahap awal atau “early innings”. Sementara itu, Ross Gerber dari Gerber Kawasaki Wealth and Investment Management memproyeksikan jika pendapatan Nvidia menyentuh $6,50 per saham pada tahun fiskal 2027, harga sahamnya berpotensi menembus level $292.

Pentingnya posisi Nvidia dalam ekonomi global juga disoroti oleh ekonom Mohamed El-Erian. Ia menilai rilis pendapatan Nvidia kini telah berevolusi dari sekadar pembaruan korporasi menjadi “peristiwa makro ekonomi” penuh, yang menggambarkan betapa sistemiknya peran AI bagi pasar dan perekonomian global.

Ekspansi Strategis ke Timur Tengah

Menutup rangkaian perkembangan positif ini, Nvidia juga memperluas jangkauan globalnya melalui kemitraan strategis dengan HUMAIN, entitas yang didukung oleh Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi. Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur AI berdaulat (sovereign AI) di Arab Saudi dan Amerika Serikat, menandakan bahwa adopsi teknologi ini tidak hanya didorong oleh sektor swasta, tetapi juga menjadi agenda strategis negara.